Bursa Saham Asia Bergerak Stabil Di Tengah Sentimen Perdagangan AS-Cina

Pada sesi perdagangan bursa saham di kawasan Asia pagi ini, secara keseluruhan mayoritas bursa saham Asia bergerak dalam kecenderungan yang stabil. Pergerakan saham-saham produsen otomotif di Korea Selatan mengalami lonjakan di sesi pembukaan perdagangannya pagi ini, setelah adanya laporan bahwa pemerintah AS diperkirakan akan menunda penerapan tarif terhadap impor produk otomotif.

Saham KIA Motors melonjak hingga 2.03%, sementara Hyundai Motor berhasil menguat hingga sebesar 0.78%, setelah nilai saham keduanya sempat melonjak tinggi hingga lebih dari 5% saat pembukaan perdagangan di bursa saham Seoul. Kenaikan ini terjadi menyusul perkembangan yang terjadi di pemerintahan AS, setelah Presiden Donald Trump mengatakan akan menunda kebijakan penerapan tarif impor produk otomotif serta sekaligus memberikan sejumlah tanda bahwa pembicaraan perdagangan dengan Cina masih akan dilanjutkan guna mencapai kata sepakat antara kedua negara.

Namun lonjakan ini tidak terjadi di bursa saham Tokyo Jepang, yang mana saham-saham sektor otomotif bergerak dalam kecenderungan mixed. Saham Toyota mengalami penurunan 1.35%, demikian juga dengan nilai saham Nissan yang jatuh hingga sebesar 0.76%. Saham Honda juga menderita kerugian 1.02%, namun sebaliknya saham Mazda Motor justru membukukan kenaikan sebesar 0.33%.

Pergerakan indeks saham Nikkei Jepang secara keseluruhan mengalami penurunan, walaupun saat ini terpantau mencoba untuk rebound. Penurunan indeks Nikkei pada sesi pembukaan perdagangannya diakibatkan oleh jatuhnya saham-saham sektor perbankan, menyusul sejumlah laporan pendapatan dari beberapa bank terkemuka di Jepang mencatat hasil yang lebih rendah dari yang diharapkan.

Sedangkan indeks saham Hangseng Hong Kong dibuka lebih rendah dari harga penutupan sesi sebelumnya, setelah data produksi industri dan penjualan ritel Cina dirilis lebih rendah, yang semakin memberikan beban bagi kepercayaan investor terhadap laju pertumbuhan di Cina.

Data Industrial Production Cina dirilis di angka 5.4% ditingkat tahunan pada bulan lalu, setelah bulan sebelumnya tumbuh 8.5%, bahkan angka tersebut lebih rendah dari ekspektasi analis yang memperkirakan pertumbuhan industri di kisaran 6.5%. Selain itu penjualan ritel di Cina selama bulan lalu, juga memberikan gambaran melambatnya pertumbuhan, di angka 7.2% dari 8.7% dan bahkan lebih rendah dari estimasi analis di 8.6%.(WD)

Related posts