Header Ads

Bursa Saham Asia Bervariasi, Pembicaraan Perdagangan AS-China Kembali Menjadi Fokus

Bursa saham Asia bervariasi dalam perdagangan di pagi hari Jumat. Perang dagang AS-Tiongkok kembali menjadi fokus setelah Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan Washington “tidak mencari konfrontasi dengan China,” dan juga tidak ingin “menahan perkembangan China.”

Namun, Pence mengkritik pembangunan Beijing atas “negara pengawas,” dan “aksi militer yang semakin provokatif”, serta penanganannya terhadap protes di Hong Kong.

“Beijing telah meningkatkan intervensinya di Hong Kong dan terlibat dalam tindakan yang membatasi hak dan kebebasan yang dijamin rakyat Hong Kong melalui perjanjian internasional yang mengikat,” kata Pence, dalam pidatonya di Wilson Center di Washington pada hari Kamis kemarin

Berbicara kepada para demonstran, Pence berkata, “Kami mendukung Anda.”

Bursa Shanghai Composite dan Shenzhen keduanya turun 0.5% pada 10:45 ET (02:45 GMT). Sementara itu ondeks Hangseng juga turun 0,5%.

Laporan sebelumnya mengatakan China dan AS mencapai kesepakatan perdagangan “fase satu”, dan bahwa pengeluaran Tiongkok untuk barang pertanian AS akan meningkat menjadi $ 40 miliar hingga $ 50 miliar selama dua tahun di bawah kesepakatan baru.

China juga akan menyetujui langkah-langkah kekayaan intelektual dan konsesi tertentu yang terkait dengan jasa keuangan dan mata uang. Sebagai gantinya, AS menunda kenaikan tarif yang dijadwalkan untuk bulan ini karena sekitar $ 250 miliar impor Tiongkok.

Para pemimpin dari kedua belah pihak dapat secara resmi akan menandatangani perjanjian parsial pada bulan depan, menurut laporan.

Related posts