Bursa Saham Asia Ditutup Mixed Di Perdagangan Awal Pekan Ini

Bursa saham Asia ditutup dengan hasil bervariasi pada sesi perdagangan awal pekan ini, menyusul bursa saham Jepang yang mendapat tekanan dari penguatan mata uang Yen setelah nilai tukar US Dollar jatuh pasca Presiden Donald Trump melancarkan kritiknya terhadap Federal Reserve. Indeks Nikkei ditutup dengan penurunan sebesar 1.33% atau sekitar 300.89 poin setelah Dollar diperdagangkan melemah terhadap Yen.

Sektor eksportir mengalami kerugian dengan melemahnya saham-saham perusahaan peralatan listrik hingga sebesar 0.98% dan sektor otomotif yang merugi sebesar 1.18%. Akan tetapi saham-saham di sektor keuangan jstru membukukan kenaikan tajam, menyusul saham Mitsubishi UFJ Financial Group yang mencatat kenaikan 3.64% di sesi perdagangan hari ini.

Sementara itu ekuitas Cina mengakhiri perdagangan hari ini dengan hasil yang beragam. Indeks Shanghai Composite berhasil membalikkan kerugian awal dan ditutup naik 1.07%, seiring saham-saham di sektor industri dan perbankan yang berhasil mengimbangi penurunan tajam di sektor perawatan kesehatan. Sementara indeks Shenzen Compsoite menutup perdagangan hari ini dengan catatan yang lebih tinggi sebesar 0.53% dan indeks blue chip CSI-300 menguat 0.94%. Bursa Hong Kong dilaporkan lebih stabil sebelum penutupan pasar, dengan penurunan di sektor teknologi yang berhasil diimbangi oleh raihan keuntungan dari sektor properti, material dan finance.

Sedangkan indeks Kospi mencatat penurunan 0.87%, menyusul penurunan tajam yang diraih oleh saham-saham blue chip di sektor teknologi, termasuk saham Samsung Electronics yang turun 2% dan SK Hynix yang dilaporkan jatuh tajam sebesar 7.05%, sehingga menyeret indeks Kospi ke level yang lebih rendah.

Related posts