Header Ads

Bursa Saham Asia Pasifik Memperpanjang Penurunannya

Pasar saham Asia pasifik mencatat penurunan di sesi perdagangan hari ini seiring investor yang semakin berhati-hati terhadap semakin meluasnya penyebaran wabah virus corona di luar Cina.

Meskipun sebagian besar orang yang terinfeksi dan meninggal karena virus ini berada di Cina, namun jumlah kasus di luar Cina terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir, terutama di Korea Selatan, Italia dan Iran.

Hal inilah yang menjadi faktor utama terjadinya aksi jual di bursa saham global, termasuk Wall Street yang mana indeks S&P menghapus keuntungan hingga $1.7 triliun hanya dalam dua sesi perdagangannya.

Indeks Nikkei Jepang hingga saat ini diperdagangkan turun 0.92%, sementara indeks Kospi Korea Selatan mencatat kerugian sebesar 0.84% seiring Bank of Korea yang mempertahankan kebijakan suku bunganya tidak berubah di 1.25%, sedangkan indeks saham Hangseng Hong Kong bergerak sekitar 0.24% lebih rendah hingga menjelang sesi istirahat perdagangannya.

Selain itu bursa saham S&P/ASX 200 Australia juga mencatat penurunan 0.89%, menyusul aksi jual terhadap saham-saham di sektor perbankan negara tersebut.

Sentimen pasar sepertinya masih negatif terkait masih tingginya kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona yang semakin meluas ke sejumlah negara di luar Cina, meskipun Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pemerintah AS telah menyiapkan sejumlah langkah-langkah guna meredam penyebaran virus tersebut di AS, seraya mengatakan bahwa tingkat risiko penyebaran virus tersebut di AS masih relatif kecil.

Namun sejumlah kalangan menilai bahwa pidato dari Trump ini hanya sebuah retorika untuk menenangkan para investor dari rasa cemas mereka dan bertujuan untuk kembali mengangkat sentimen pasar.

Penurunan di sebagian besar bursa saham Asia Pasifik tidak terlepas dari pergerakan bursa saham Wall Street yang memperpanjang penurunannya, setelah indeks Dow Jones Industrial Average lebih rendah, demikian juga dengan indeks S&P 500 yang mencatat penurunan 0.4% dan indeks Nasdaq Composite yang hanya mencatat kenaikan tipis sebesar 0.2% pada penutupan perdagangannya semalam.

Berlanjutnya penurunan di lantai bursa Wall Street ini terjadi saat imbal hasil treasury AS untuk tenor 10 tahun mengalami penurunan hingga ke 1.3%, yang merupakan level terendahnya sepanjang masa. Tekanan yang datang terhadap yield treasury AS timbul setelah Bloomberg News mengutip ucapan seorang pejabat US Food and Drug Administration, yang mengatakan bahwa virus corona telah berada di puncak pandeminya.(WD)

Related posts