Header Ads

Bursa Saham Eropa Anjlok Di Sesi Pembukaan Perdagangannya Pekan Ini

Bursa saham Pan-European Stoxx 600 mencatat penurunan 6% di sesi awal perdagangannya pada hari Senin ini, seiring saham-saham sektor minyak & gas serta saham yang terkait sumber daya dasar mengalami anjlok hingga 7.4% dan memimpin peningkatan kerugian menyusul mayoritas sektor dan bursa utama yang menuju wilayah negatifnya.

Saham-saham di kawasan Asia mengalami penurunan tajam hingga sore ini seiring anjloknya harga minyak setelah OPEC gagal mencapai kesepakatan dengan sekutunya mengenai kebijakan pengurangan produksi, yang mana penurunan mayoritas pasar di kawasan tersebut diperparah oleh kekhawatiran yang semakin meningkat seputar penyebaran virus corona.

Harga minyak anjlok lebih dari 30% setelah kegagalan OPEC untuk mencapai kesepakatan dengan sekutunya mengenai pengurangan produksi yang menyebabkan Arab Saudi memangkas harga karena dilaporkan akan bersiap untuk meningkatkan produksi.

Dengan demikian hal tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi terjadinya perang harga besar-besaran.

Pemangkasan harga yang dilakukan oleh Arab Saudi terjadi menyusul gagalnya pembicaraan pada pertemuan OPEC di Wina Austria pada pekan lalu.

Sebelumnya dilaporkan bahwa OPEC merekomendasikan pengurangan produksi tambahan hingga 1.5 juta barrel per hari mulai April mendatang, namun Rusia sebagai sekutu OPEC menolak kebijakan pemangkasan tambahan.

Dengan kesepakatan yang gagal tercapai maka sejumlah negara produsen minyak dapat segera memompa minyak mereka sebanyak yang mereka inginkan.

Pada sesi perdagangan waktu Eropa pada sore hari ini, nilai saham dari perusahaan raksasa energi asal Inggris, British Petroleum mencatat penurunan tajam hingga 24% di awal perdagangannya akibat terpukulnya harga minyak mentah.

Sementara itu penyebaran wabah virus corona terus mendominasi sentimen pasar global, sehingga pemerintah Inggris perlu untuk mengadakan pertemuan darurat di hari ini guna membahas langkah-langkah lebih lanjut guna menghentikan penyebaran virus yang semakin meluas di kawasan Eropa.(WD)

Related posts