Bursa Saham Eropa Mengalami Rebound

Bursa saham Eropa mengalami rebound dari posisi terendahnya dalam dua pekan saat memasuki sesi perdagangan hari ini, namun pergerakan ini masih belum mampu memangkas kerugian mingguan yang dicatat oleh bursa Eropa setelah terjadinya aksi jual yang diakibatkan oleh kekhawatiran terhadap gelombang kedua infeksi Covid-19, ketidakpastian terkait Brexit dan keraguan mengenai lebih banyaknya stimulus fiskal AS.

Indeks Pan European STOXX 600 mencatat kenaikan 0.7% setelah sebelumnya mencatat sesi perdagangan terburuk dalam lebih dari tiga minggu di perdagangan sehari sebelumnya, dimana saham bank, asuransi dan saham di sektor energi yang mencatat kerugian terbesar di pekan ini, membukukan kenaikan antara 0.35 dan 1.0% di sejak dibukanya sesi perdagangan Eropa.

Kebangkitan kasus virus corona di seluruh Eropa telah memicu kekhawatiran mengenai lebih ketatnya dan meluasnya kebijakan lockdown, menyusul London dan Paris sebagai dua kota terbesar dari sisi penghasilan di Eropa, yang kembali berada di bawah bayang-bayang pembatasan yang diberlakukan oleh negara masing-masing.

Fokus pasar Eropa untuk saat ini tertuju pada tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi Brexit, seiring Perdana Menteri Boris Johnson akan memberikan tanggapan Inggris terhadap permintaan Uni Eropa bahwa pihaknya akan memberikan lebih banyak konsesi untuk mengamankan kesepakatan perdagangan atau bersiap untuk Brexit yang tidak teratur dalam tiga bulan.

FTSE mencatat kenaikan sekitar 1.0% di awal sesi perdagangan waktu London, namun masih berada di jalur untuk menghentikan kenaikan beruntunnya dalam dua pekan terakhir.

Sementara itu European Automobile Manufacturers’ Association (ACEA) melaporkan bahwa tingkat pendaftaran mobil Eropa hanya mencatat sedikit kenaikan di bulan September, yang mana ini menjadi peningkatan pertama tahun ini sehingga menunjukkan laju pemulihan di sektor otomotif di sejumlah pasar Eropa di mana infeksi virus corona yang lebih rendah.

Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, penjualan produk otomotif Eropa turun 29.3% karena kebijakan lockdown virus corona yang memaksa pembuat mobil menutup ruang pamernya di seluruh pasar Eropa.(WD)

Related posts