Header Ads

Bursa Saham Global Masih Mendapat Tekanan

Indeks saham berjangka AS mencatat kenaikan tipis di sesi perdagangan Rabu waktu AS, setelah bank sentral Eropa bergabung dengan Federal Reserve dengan mengumumkan rencana stimulus besar-an untuk membantu memerangi dampak virus corona.

Bursa berjangka berayun ke kisaran lebih tinggi setelah European Central Bank mengumumkan Pandemic Emergency Purchase Programme senilai €750 miliar ($819 miliar) untuk membeli sekuritas guna membantu mendukung ekonomi Eropa.

Bank sentral mengatakan pembelian akan dilakukan hingga akhir 2020 dan mencakup berbagai aset termasuk utang pemerintah.

Bursa saham bergerak dari posisi terendahnya menjelang akhir sesi perdagangan Rabu, setelah pihak Senat AS memiliki cukup suara untuk meloloskan RUU yang akan memperluas kebijakan cuti berbayar serta tunjangan bagi pengangguran, sebagai respon pemerintahan Trump terhadap wabah virus yang menggerogoti ekonomi.

Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell mengatakan pada hari Rabu bahwa ia akan memilih rencana tersebut dan sedikit mengesampingkan apa yang disebutknya sebagai suatu kekurangan yang nyata. McConnell menambahkan bahwa dengan kebutuhan yang sangat mendesak untuk mengambil tindakan dan membiarkan kesempurnaan menjadi musuh dari hal yang akan membantu laju ekonomi AS.

Saat ini Gedung Putih tengah menimbang kebijakan paket fiskal senilai lebih dari $1 triliun, yang mana paket ini mencakup pembayaran langsung ke AS dan bantuan keuangan untuk usaha kecil dan indusri penerbangan.

Akan tetapi pergerakan indeks utama AS di pasar Asia hingga saat ini tercatat masih mendapatkan tekanan, seperti indeks Dow Jones yang melemah 2.78%, indeks S&P 500 turun2.92%, sedangkan indeks Nasdaq mencatat pergerakan sekitar 2.94% lebih rendah.

Secara keseluruhan saham berjangka AS turun sekitar 2%, sedangkan mayoritas bursa saham Asia mencatat penurunan di sesi perdagangan pagi ini.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang, jatuh sebesar 4% ke level terendahnya dalam hampir empat tahun terakhir.

Indeks saham Nikkei Jepang hingga saat ini mencatat penurunan 1.43%, sementara indeks saham Kospi Korea Selatan melemah hingga 5.66%, sedangkan indeks saham Hangseng Hong Kong bergerak 3.47% lebih rendah sejak pembukaan pasar tadi pagi.(WD)

Related posts