Header Ads

Bursa Saham Global Mencatat Penurunan Mingguan

Bursa saham Eropa dan indeks saham berjangka AS mengalami kejatuhan di sesi perdagangan akhir pekan ini dan safe haven Dollar nampaknya akan mencatat kenaikan mingguan seiring pertempuran antara hedge fund dan investor ritel di bursa Wall Street serta ketidakpastian pasokan vaksin Covid-19 di Eropa yang menekan selera risiko.

Saat ini bursa saham Wall Street telah dicengkeram oleh serangan terkoordinasi oleh pedagang kecil yang mengorganisir melalui forum online, seperti Reddit, untuk memaksa hedge fund membalikkan posisi jual, sebagai taruhan bahwa saham akan mengalami kejatuhan, terhadap perusahaan seperti GameStop dan AMC Entertainment.

Hingga sore hari ini indeks S&P 500 berjangka menncatat penurunan 1.5% dan indeks Nasdaq 100 futures turun 1.8%, lebih besar dari pembalikan kondisi kenaikan yang dialami di sesi perdagangan hari Kamis kemarin, seiring musim laporan pendapatan yang dimulai dengan awal yang solid.

Saat ini terjadi penundaan produksi vaksin Covid-19 yang meningkat menjadi perselisihan antara Inggris, Uni Eropa dan produsen obat mengenai cari terbaik untuk mengarahkan pasokan yang terbatas.

Dalam hal ini upaya Eropa untuk mendapatkan vaksin semakin intensif di saat Uni Eropa mengeluarkan peringatan kepada perusahaan obat bahwa pihaknya akan menggunakan semua cara legal atau bahkan memblokir ekspor kecuali para produsen tersebut setuju untuk mengirimkan vaksin seperti yang telah dijanjikan.

Namun mantan kepala vaksin Inggris, Kate Bingham mengatakan bahwa dirinya tidak yakin bahwa Uni Eropa akan memblokir ekspor, yang mana saat ini varian baru dari virus corona telah memperpanjang kebijakan lockdown dan menunda ekspektasi rebound ekonomi.

Untuk kawasan Asia dilaporkan bahwa indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang, mencatat penurunan 1.1% dan tetap berada di jalur penurunan mingguan hingga 4.4% lebih rendah, sementara indeks Nikkei Jepang mencatat penurunan 1.9% yang merupakan kerugian mingguan pertama di tahun ini.

Diberitakan pula bahwa People’s Bank of China telah menyuntikkan dana sebesar 100 milliar Yuan ke dalam sistem keuangannya, menyusul penurunan likuditas selama seminggu yang telah memicu kekhawatiran bank sentral dalam mengetatkan kebijakan moneternya.

Namun demikian dana tambahan tersebut tidak banyak melonggarkan pasar uang dalam jangka pendek, dimana suku bunga naik dalam lima hari beruntun serta patokan suku bunga repo dilaporkan melonjak ke level tertingginya dalam hampir enam tahun terakhir.(WD)

Related posts