Bursa Saham Korea Selatan Mencatat Penurunan Terbesar Dibanding Bursa Asia Lainnya

Bursa saham Korea Selatan mencatat kerugian lebih banyak dibandingkan bursa saham lainnya di kawasan Asia, seiring kekhawatiran baru mengenai trade war serta prospek suku bunga AS, sehingga membuat otoritas dan operator pasar Korea Exchange untuk terus mencermati dan mengambil tindakan jika diperlukan terhadap potensi adanya permasalahan di balik penurunan bursa saham tersebut akhir-akhir ini.

Penurunan yang terjadi terhadap pasar saham di negara-negara ekonomi besar, termasuk Korea Selatan, disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian di tengah tren kenaikan suku bunga di AS, nilai tukar Dollar yang terus menguat, tingginya tensi perselisihan perang perdagangan global serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global. Akan tetapi pukulan paling besar yang di rasakan oleh bursa saham Korea Selatan tidak terlepas dari pengaruh fundamental yang relatif kuat.

Choi Jong-koo, ketua Komisi Jasa Keuangan, mengatakan bahwa pihak berwenang akan mengambil langkah “preemptive actions” jika mereka menemukan tanda-tanda abnormal di balik besarnya penjualan oleh para investor asing. Untuk saat ini pihak berwenang percaya bahwa penjualan tersebut bisa menjadi bagian dari strategi bagi para investor domestik dibandingkan aksi jual yang dilakukan oleh para pemodal asing. Sebagian besar saham-saham bluechip di bursa saham Seoul, mengal;ami kerugian dari besarnya penjualan oleh para investor asing, termasuk terhadap saham Samsung Electronics yang mencatat penurunan hingga ke level terendahnya dalam 52 minggu terakhir.(WD)

Related posts