Header Ads

Bursa Saham Korea Selatan Naik Di Dukung Kebijakan The Fed

Bursa saham Korea Selatan diperdagangkan sedikit lebih tinggi di sesi perdagangan pagi hari ini, menyusul kelegaan yang dirasakan oleh para investor terkait pergeseran sikap Federal Reserve yang mengarah ke dovish. Sikap dovish ini menandakan bahwa tidak akan ada lagi kenaikan suku bunga di tahun ini, setelah mereka mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil serta memasuki akhir dari pengetatan mengingat perlambatan ekonomi global.

Indeks benchmark Kospi diperdagangan 0.90% lebih tinggi, seiring saham-saham blue chip mencatat kenaikan, seperti Samsung Electronics Co yang naik 4.43%, SK Hynix naik 4.54% dan LG Chem mencatat kenaikan 4.55% sejak sesi pembukaan perdagangannya.

Pada hari Rabu malam waktu AS atau Kamis dinihari waktu Indonesia, The Fed telah mempertahankan suku bunga acuan mereka di kisaran 2.25% hingga 2.5%, yang memberikan sinyal penilaian ekonomi AS yang lebih suram, menyusul perkiraan pertumbuhan ekonomi AS sebesar 2.1% di tahun ini, atau lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan 2.3% di bulan Desember lalu.

Jerome Powell selaku Ketua The Fed mengatakan bahwa pertumbuhan terlihat agak mengalami perlambatan lebih dari yang diharapkan, di tengah masih adanya perang dagang dengan Cina serta sinyal perlambatan ekonomi Cina dan Eropa yang memberikan pengaruh yangbesar bagi ekonomi AS. Selain itu The fed juga mengumumkan akan memperlambat laju pengetatan dan mengakhiri program kepemilikan treasury di akhir September mendatang.

Dalam menanggapi turnabout The Fed, kepala bank sentral Korea Selatan mengatakan kepada wartawa bahwa keputusan The Fed dinilai lebih akomodatif dari yang diharapkan sebelumnya, namun masih terlalu dini bagi Korea Selatan untuk membahas mengenai pemangkasan suku bunga acuannya.

Sebelumnya diketahui bahwa Bank of Korea telah mempertahankan tingkat kebijakan mereka untuk tidak mengalami perubahan, terutama kebijakan suku bunga yang masih dipertahankan di 1.75% setelah sebelumnya melewati dua kali kenaikan sejak akhir tahun 2017 lalu.(WD)

Related posts