Bursa Saham Tokyo Mengakhiri Penurunan Dalam Empat Sesi Sebelumnya

Bursa saham Jepang mengakhiri penurunan beruntun selama empat sesi perdagangan terakhirnya, setelah para investor bergerak untuk melakukan pembelian saham yang telah mengalami kejatuhan tajam sebelumnya.

Indeks Nikkei rata-rata ditutup naik 0.47% pada penutupan perdagangan Asia, setelah pada Jumat lalu anjlok lebih dari 400 poin. Sementara indeks Topix mencatat kenaikan 0.57% setelah mencatat penurunan hampir 30 poin di sesi perdagangan akhir pekan lalu.

Setelah sempat menguat di sesi pembukaan perdagangan waktu Asia pagi tadi, bursa saham Tokyo berada di bawah tekanan jual akibat dari penguatan mata uang Yen terhadap Dollar. Selanjutnya para investor mendapat dukungan untuk melakukan pembelian pasca terhentinya kenaikan nilai tukar Yen terhadap Greenback menjelang sesi perdagangan siang hari.

Masahiro Ichikawa, ahli strategi senior di Sumitomo Mitsui Asset Management Co, mengatakan bahwa penurunan indeks Nikkei dibawah 21000 pada sesi pembukaan perdagangan Tokyo, telah memicu terjadinya aksi beli saham di saat harga mengalami penurunan.

Sementara Mitsuo Shimizu, kepala strategi di Aizawa Securities Co justru menilai bahwa para investor menjauh dari pembelian saham secara aktif karena timbulnya ketidakpastian mengenai Brexit serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global yang semakin meningkat. Secara keseluruhan volume perdagangan turun menjadi 1.045 milliar saham dari 1.672 milliar saham di sesi perdagangan Jumat lalu.

Perusahaan otomasi industri, Omron mengalami lonjakan hingga 14.38%, setelah harian Nihon Keizai Shimbun melaporkan bahwa perusahaan tersebut akan menggantikan Pioneer sebagai salah satu komponen di indeks saham Nikkei pada 18 Maret mendatang.

Sejumlah saham yang berhasil meraih keuntungan diantaranya adalah Fast Retailing dan konglomerat teknologi SoftBank Group. Akan tetapi saham Torikizoku anjlok 4.64% serta produsen peralatan optik, Olympus dan pemasok komponen elektronik Murata Manufacturing.(WD)

Related posts