Header Ads

Bursa Tokyo Ditutup Naik Didukung Kenaikan Saham Eksportir

Pada sesi penutupan perdagangan waktu Asia, bursa saham Tokyo ditutup naik, seiring rally yang dialami oleh saham-saham bluechip yang tergabung dalam indeks saham utama Nikkei, menyusul meningkatnya sentimen investor akibat pelemahan mata uang Yen serta lonjakan yang terjadi di pasar indeks saham di Asia lainnya.

Indeks saham Nikkei 225 mencatat kenaikan 0.77%, setelah sebelumnya turun di sesi perdagangan hari sebelumnya. Sedangkan indeks Topix mencatat kenaikan 0.90% pada sesi perdagangan yang sama. Melemahnya mata uang Yen terhadap Dollar terjadi di saat ekspektasi Bank of Japan akan mengambil langkah pelonggaran kebijakan baru guna mendorong pembelian saham perusahaan yang berorientasi ekspor dalam sesi perdagangan pagi hari.

Meskipun efek menguntungkan dari penjualan mata uang Yen mereda setelah bank sentral Jepang mengumumkan keputusannya untuk bertahan terhadap kebijakan saat ini, namun kinerja solid yang ditunjukkan oleh bursa Shanghai dan pasar ekuitas Asia lainnya, telah membuat pasar saham Tokyo tetap bergairah hingga menjelang penutupan perdagangan di sore hari tadi.

Masahiro Ichikawa, ahli strategi senior di Sumitomo Mitsui Asset Management Co, menilai bahwa investor di bursa Tokyo masih menunjukkan minat beli dikarenakan mereka merasa aman untuk melakukan pembelian mengingat harga saham yang lebih tinggi di bagian kawasan lainnya di Asia. Ichikawa menyatakan bahwa para pelaku pasar sedikit terkejut dengan hasil pemungutan suara di parlemen Inggris pada hari Kamis kemarin, guna memberikan dukungan bagi tenggat waktu Brexit pada 29 Maret mendatang. Akan tetapi di sesi perdagangan sore hari, pasar nampaknya mengalami kesulitan untuk naik lebih lanjut, karena terjadi aksi jual saat reli.

Saham Toyota dan eskportir lainnya seperti produsen peralatan pembuat chip Tokyo Electron mendapat keuntungan dari melemahnya Yen terhadap Dollar. Selain itu perusahaan layanan informasi ketenagakerjaan Recruit Holdings, produsen kosmetik Shiseido serta pemain besar di sektor teknologi Jepang, SoftBank Group, turut mendapat imbas positif dari kenaikan nilai tukar Dollar.

Namun saham Ya-Man justru anlok 12.76% pasaca para investor merasa kecewa dengan laporan laba operasional periode November-Januari dari produsen peralatan kesehatan dan kecantikan tersebut. Dalam perdagangan bursa Berjangka Osaka Exchange, indeks Nikkei Average kontrak Juni, mencatat kenaikan 120 poin hingga saat ini.(WD)

Related posts