Bursa Wall Street Ditutup Di Kisaran Yang Lebih Tinggi

Bursa saham AS ditutup di kisaran yang lebih tinggi pada sesi perdagangan Selasa waktu AS semalam, di tengah optimisme mengenai pengembangan vaksin coronavirus dan kebangkitan aktivitas bisnis, akan tetapi indeks utama S&P 500 justru gagal bertahan di kisaran 3000 sebagai level psikologis.

Menjelang sesi penutupan perdagangan waktu AS semalam, sejumlah saham dalam indeks S&P justru memangkas kenaikannya, setelah kantor berita Bloomberg News melaporkan bahwa pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan sanksi terhadap pejabat, lembaga keuangan dan sektor bisnis Cina, yang memperkuat komentar dari penasihat Gedung Putih Larry Kudlow sebelumnya.

Kudlow mengatakan bahwa Presiden Donald Trump merasa sangat gusar terhadap Cina terkait wabah virus yang hingga saat ini masih menyebar semakin luas serta terhadap hal-hal lainnya sehingga kesepakatan perdagangan antara kedua negara nampaknya tidak memiliki arti penting lagi.

Pada Senin kemarin negara bagian California, yang memiliki kebijakan lockdown paling ketat di AS, mengatakan bahwa akan membuka bisnis ritel agar warga dapat berbelanja serta akan membuka tempat ibadah.

Data menunjukkan kepercayaan konsumen AS naik di bulan Mei, menambah harapan bahwa dampak terburuk dari kebijakan shutdown aktifitas ekonomi AS telah mereda.

Sementara itu semua sektor yang masuk dalam indeks S&P mencatat penutupan lebih tinggi semalam, termasuk sektor teknologi dan layanan kesehatan.

Jamie Dimon selaku CEO di JPMorgan Chase berkomentar bahwa bank tersebut kemungkinan tidak perlu meningkatkan cadangannya di paruh kedua tahun ini seiring dorongan terhadap sektor keuangan serta dukungan pasar yang lebih luas.

Dengan demikian nilai saham dari JPMorgan ditutup naik hingga sebesar 7%, dan mencatat dukungan terbesar untk sektor keuangan. Selain itu saham dari kelompok bioteknologi Novavax Inc ditutup naik hingga sebesar 4.5%, setelah mereka bergabung dalam persaingan untuk menguji vaksin Covid-19.

Saham-saham dari sektor perjalanan turut memberikan kontribusi kenaikannya, setelah saham PCOMAIR naik hingga 13% dan saham Carnival Corp mencatat kenaikan 12,6%.

Shawn Snyder selaku kepala strategi investasi di Citi Personal Wealth Management, mengatakan bahwa di saat data ekonomi makro menunjukkan resesi yang mendalam, namun dirinya justru mempertanyakan tentang seberapa jauh pasar akan mendapat dukungan dengan adanya pemilihan presiden AS di bulan November mendatang.(WD)

Related posts