Header Ads

Bursa Wall Street Memangkas Kenaikan Namun Ditutup Di Kisaran Tinggi

Bursa Wall Street sempat memangkas kenaikannya di awal sesi perdagangan Rabu kemarin setelah pernyataan dari Ketua The Fed Jerome Powell yang memicu harapan lebih banyak stimulus dan pembaruan positif terkait pengobatan pasien Covid-19, namun kinerja indeks utama AS masih ditutup di kisaran yang lebih tingginya.

Indeks Dow Jones mencatat kenaikan 2.2%, sementara indeks S&P 500 berhasil menambah keuntungan sebesar 2.7%, sedangkan indeks Nadaq Composite ditutup menguat hingga 3.6% di sesi perdagangan Rabu.

Dalam pernyataannya seusai pertemuan kebijakan selama dua hari, The Fed mengatakan bahwa komite mengharapkan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga saat ini hingga mereka yakin bahwa ekonomi telah mampu melewati krisis akibat pandemi dan kembali berada di jalur untuk mencapai lapangan kerja di tingkat maksimum serta target stabilitas harga.

Sebelum pengumuman kebijakan The Fed dan pernyataan dari Jerome Powell, pasar saham AS mencatat kenaikan secara luas menyusul berita positif mengenai obat potensial dari Gilead untuk menangkal Covid-19.

Gilead Sciences mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan uji coba klinis untuk mengevaluasi obatnya terhadap pasien yang terinfeksi virus corona yang diklaim telah mampu memenuhi tujuan utama mereka, sehingga mampu mengirim saham mereka naik sekitar 7% lebih tinggi.

Merdad Parsey selaku Kepala Staf Medis Gilead dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa penelitian ini menunjukkan potensi bagi beberapa pasien untuk diobati dengan masa regimen selama 5 hari, yang secara signifikan dapat memperluas jumalh pasien yang dapat diobati dengan pasokan remdesivir mereka saat ini.

Sementara itu Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, mengatakan dirinya diberitahu dari data percobaan yang menunjukkan efek positif yang jelas dalam mempersingkat waktu pemulihan.

Dengan demikian obat ini diharapkan mendapat persetujuan dari Federal Drug Administration untuk penggunaan darurat.

Dengan sejumlah bagian ekonomi yang mulai dibuka kembali, para investor diingatkan mengenai dampak pandemi terhadap ekonomi seiring laju pertumbuhan ekonomi AS yang dilaporkan mengalami kontraksi 4.8% pada tingkat tahunan di kuartal pertama tahun ini.

Sejumlah saham sepertin saham FAANG berhasil memangkas sebagian kerugian mereka di sesi perdagangan hari sebelumnya setelah pemilik Google, Alphabet melaporkan laba yang lebih baik, sementara saham Amazon dan Apple masing-masing mencatat kenaikan lebih dari 2% dan 3%.

Selain itu sektor energi juga memberikan dukungan bagi reli di bursa AS yang luas, menyusul dukungan dari lonjakan harga minyak akibat penawaran yang lebih rendah dari perkiraan di persediaan minyak mentah mingguan AS.(WD)

Related posts