Header Ads

Bursa Wall Street Naik Didukung Earning Report Yang Solid

Bursa saham Wall Street mencatat kinerja apik pada sesi perdagangan semalam waktu New York, bahkan indeks S&P 500 dan indeks Nasdaq mencatat rekor penutupan tertingginya pasca sejumlah laporan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan awal telah meredakan kekhawatiran mengenai potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi di AS.

Indeks acuan utama AS akhirnya berhasil menghapus semua kerugian akibat penurunan tajam di akhir tahun lalu, dan berhasil mencatat rekor penutupan diatas rekor sebelumnya yang dicatat pada 20 September lalu. Hingga saat ini indeks S&P berhasil naik 17%, menyusul sikap dovish dari Federal Reserve serta harapan yang tinggi terhadap resolusi perdagangan antara AS dan Cina serta ditambah dengan hasil yang lebih baik di musim laporan pendapatan kuartal pertama.

Laporan pendapatan dari sejumlah perusahaan di sektor industri yang kuat, telah memberi jaminan lebih lanjut terhadap tren kenaikan untuk kedepannya. Secara detail dilaporkan indeks acuan Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan 0.55%, S&P 500 ditutup naik 0.88% dan indeks Nasdaq berhasil menguat hingga sebesar 1.32% di sesi perdagangan Selasa waktu AS.

Dorongan terbesar datang dari saham Amazon.com Inc yang mencatat kenaikan 2.2%, yang mana mereka akan merilis laporan pendapatannya di akhir pekan ini. Sebanyak 10 dari 11 sektor utama di indeks S&P ditutup dengan catatan lebih tinggi, seperti sektor perawatan kesehatan yang naik 1.6%, setelah sebelumnya mengalami penurunan hingga 6.7% dalam dua pekan terakhir akibat masalah kebijakan sektor tersebut dari pemerintahan Trump.

Sedangkan sektor konsumen justru menjadi satu-satunya sektor yang terdapat dalam indeks S&P yang ditutup di kisaran lebih rendah, akibat para investor yang lebih menyukai taruhan berisiko. Selain sektor konsumen, kinerja terlemah juga ditunjukkan oleh sektor energi dan utilitas.

Sektor energi disinyalir mengalami aksi profit taking setelah sebelumnya mengalami lonjakan akibat kenaikan harga minyak mentah dunia di sesi perdagangan sehari sebelumnya.(WD)

Related posts