Header Ads

CBRE Group Inc Asal AS Akan Membeli Pengembang Inggris, Telford Homes Plc

Perusahaan real estate asal AS, CBRE Group Inc mengatakan bahwa pihaknya akan membeli perusahaan pengembang properti asal Inggris, Telford Homes Plc dengan nilai pembelian sekitar 267 juta Poundsterling atau sekitar $336 juta, sebagai upaya untuk memperluas ekspansi mereka ke pasar penyewaan apartemen di Inggris.

Pembelian ini bertujuan agar supaya pihak CBRE mampu untuk memasuki pasar build to rent di Inggris yang mana sektor ini masih dalam masa pertumbuhan, berbeda dengan di AS yang mana sektor ini telah mengalami perkembangan pesat selama beberapa dekade terakhir.

Dalam kesepakatan pembelian seharga 350 pence per saham, atau mewakili premi sekitar 11% dari harga penutupan saham Telford pada sesi perdagangan Selasa kemarin.

Dengan rilisnya berita ini, nilai saham Telford mencatat kenaikan hingga 12% menjadi 353 pence di pasar AIM London pada sesi perdagangan hari ini. Chief Executive Officer CBRE Bob Sulentie dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa saat ini Inggris berada pada tahap awal dari pergeseran sekuler menuju pasar penyewaan perumahaan di perkotaan yang dimiliki secara kelembagaan, yang mana kondisi ini mirip dengan apa yang terjadi di AS selama dua dekade terakhir.

Sementara secara khusus salah seorang analis di Canaccord Genuity, Aynsley Lammin mengatakan bahwa pihak CBRE yang berbasis di Los Angeles, California melihat Telford sebagai pintu masuk ke pasar build to rent di London.

Dalam kesepakatan lainnya yang diumumkan pada hari ini, penyedia perumahan untuk mahasiswa, Unite akan mengakuisisi Liberty Living Group seharga 1.4 milliar Poundsterling atau sekitar $1.76 milliar. Dalam klausul penyelesaian kesepakatan antar keduanya menyebutkan bahwa Telford akan menjadi bagian dari Trammel Crow Company, perusahaan pengembang real estate dan manajer properti yang diakuisisi oleh CBRE pada 2006 silam.

Dalam hal ini pihak CBRE mengatakan bahwa CEO dari Telford, Jon Di Stefano akan terus memimpin bisnis tersebut dan dewan perusahaan telah setuju untuk memberikan dukungan kesepakatan tersebut.

Pada bulan Mei lalu pihak Telford melaporkan penurunan laba tahunan untuk tahun fiskal 2019 ini hingga hampir sebesar 13%, seiring upaya mereka untuk menavigasi pasar perumahan London, yang tengah dilingkupi oleh peningkatan fokus kepada pasar properti build to rent yang mempunyai risiko yang rendah.

Perusahaan pembangun dan pengembang di Inggris telah berjuang seiring perlambatan dalam pertumbuhan di Eropa, serta ditambah dengan para pembeli rumah yang menunda pembelian mereka karena ketakutan mereka terhadap jatuhnya harga rumah lebih lanjut, menyusul kondisi Inggris yang menghadapi ketidakpastian terhadap rencana mereka untuk meninggalkan Uni Eropa.(WD)

Related posts