Centogene Berencana Melakukan IPO Di Bursa Nasdaq

Perusahaan bioteknologi asal Jerman, Centogene dilaporkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan untuk melakukan stock market flotation di bursa saham New York pada tahun ini, menyusul usaha mereka untuk mengumpulkan dana guna membiayai ekspansi perusahaan tersebut lebih lanjut.

Sebagai perusahaan pemimpin global di bidang diagnosis penyakit langka, Centogene diperkirakan akan mengajukan rencana Initial Public Offering di bursa indeks saham Nasdaq dalam waktu dekat. Menurut sebuah sumber terpercaya, kesepakatan tersebut kemungkinan bisa terjadi di periode kuartal kedua atau ketiga tahun ini.

Perusahaan bioteknologi dunia kerap kali memilih indeks Nasdaq sebagai tempat untuk melakukan IPO, dikarenakan sejumlah perusahaan sejenis yang terdaftar di indeks tersebut, sehingga bisa mendapatkan penilaian lebih tinggi dibandingkan yang mereka dapatkan di negara asal mereka.

Perusahaan Centogene yang mempunyai kantor pusat di Rostock, merupakan milik dari sejumlah investor seperti DEutsche Private Equity, Careventures, TVM Capital dan CIC Capital. Hingga saat ini perusahaan tersebut tercatat memiliki penjualan tahunan hingga sebesar 45 juta Euro dan saat ini mempunyai sekitar 300 staff pekerja. Terkait hal tersebut para investor pemilik Centogene enggan untuk memberikan komentarnya.

Centogene didirikan pada tahun 2006 oleh seorang ahli syaraf asal Jerman, Arndt Rolfs dengan tujuan untuk mempercepat diagnosis penyakit langka menggunakan data klinis di seluruh dunia. Dalam putaran pembiayaan pada Juli 2017 lalu, Rolfs menerima kompensasi sebesar 25 juta Euro dari para investor.

Perusahaan ini telah mampu membangun repositori data terbesar di dunia yang memuat informasi genetik mengenai penyakit keturunan yang langka. Mereka menjual produk pengujian genetik serta sekaligus membantu perusahaan farmasi untuk mengembangkan obat yang mengacu kepada solusi data yang mereka punya.

Disebutkan bahwa Centogene telah memiliki portfolio hasil uji, yang mencakup hingga 2800 gen, tes biokimia, biomarker dan genome sequencing, yang kesemuanya ini telah tumbuh lebih dari 40% setiap tahunnya selama lima tahun terakhir.(WD)

Related posts