China Merivisi Pertumbuhan Ekonominya Di Tahun 2020

China telah merevisi pertumbuhan ekonominya sebesar 0,1 poin persentase untuk masing-masing tahun antara 2014 dan 2018, kata Biro Statistik Nasional, sehingga memudahkan Beijing untuk memenuhi tujuannya menggandakan ukuran ekonomi pada 2020 dari 2010.

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahunan untuk 2014-2018 telah dinaikkan menjadi 7,4%, 7,0%, 6,8%, 6,9% dan 6,7% dari 7,3%, 6,9%, 6,7%, 6,8% dan 6,6% sebelumnya, data terbaru dari biro statistik menunjukkannya.

Berdasarkan angka yang direvisi, pertumbuhan PDB riil setidaknya 5,6% pada 2020 akan cukup untuk mencapai target Beijing untuk menggandakan PDB pada dekade hingga 2020, menurut perhitungan Reuters, sesuai dengan perkiraan analis.

“Kami percaya revisi ini memberi Beijing beberapa fleksibilitas dalam menetapkan target pertumbuhan 2020 dan menghalangi kebutuhan untuk memperkenalkan putaran stimulus besar lainnya yang dapat dengan cepat meningkatkan risiko sistemik,” kata analis Nomura dalam sebuah catatan pada hari Senin.

Sumber-sumber kebijakan mengatakan kepada Reuters bahwa Beijing berencana untuk menetapkan target pertumbuhan yang lebih rendah sekitar 6% tahun ini dari tahun lalu 6-6,5%, bergantung pada peningkatan belanja infrastruktur untuk menangkal perlambatan yang lebih tajam. Target utama akan diumumkan pada bulan Maret.

Pertumbuhan ekonomi China merosot menjadi 6,1% pada 2019, terlemah dalam hampir 30 tahun di tengah perang dagang yang memar dengan Amerika Serikat, dan lebih banyak stimulus diperkirakan tahun ini karena Beijing berusaha meningkatkan investasi dan permintaan yang lesu.

Banyak pengamat Tiongkok umumnya melihat tahun ini sebagai hal penting bagi Partai Komunis yang berkuasa untuk memenuhi tujuannya menggandakan produk domestik bruto (PDB) dan pendapatan dalam dekade hingga 2020, dan mengubah Tiongkok menjadi negara “cukup makmur”.

Related posts