Header Ads

Citigroup Akan Menjual Emas Jaminan Dari Pinjaman Venezuela

Institusi jasa keuangan asal AS, Citigroup Inc berencana untuk menjual beberapa ton emas mereka yang ditempatkan sebagai jaminan oleh bank sentral Venezuela terhadap pinjaman senilai $1.6 miliar, setelah batas waktu pembelian kembali berakhir di bulan ini.

Jika penjualan ini terjadi maka hal ini merupakan suatu kemunduran bagi pemerintah dibawah pimpinan Nicolas Maduro untuk mempertahankan penyusutan cadangan emas negara tersebut. Sejak 2014 lalu pemerintahan Maduro telah menggunakan operasi keuangan yang dikenal sebagai Gold Swaps sebagai cadangan internasionalnya guna mendapatkan akses ke uang tunai setelah mengalami penurunan pendapatan dari komoditas minyak, yang membuat Venezuela berjuang dengan keras untuk menjaga stabilitas ekonominya.

Menurut ketentuan kesepakatan di tahun 2015 lalu dengan pihak Citibank, yang merupakan unit perbankan dari Citigroup, Venezuela akan membayar sebesar $1.1 milliar dari pinjaman mereka, yang sisa pinjamannya akan jatuh tempo di tahun depan.

Pihak Citibank berencana untuk menjual emas yang dipegang sebagai jaminan, yang memiliki nilai pasar sekitar $1.358 milliar, guna memulihkan tahap pertama pinjaman dan akan menyetor kelebihan sekitar $258 juta di rekening bank yang berlokasi di New York.

Seperti diketahui bahwa kemampuan pemerintahan Maduro untuk membayar kembali pinjamannya telah dipersulit oleh situasi ekonominya yang memang mengalami krisis serta ditambah parah dengan sanksi keuangan yang diberlakukan oleh AS dan beberapa negara di Eropa. Sebagian besar negara-negara di Barat mengatakan bahwa pemilihan kembali Nicolas Maduro untuk masa jabatan enam tahun, telah dirusak oleh penipuan dan mereka justru saat ini mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sah Venezuela.

Dengan mendapat dukungan dari Washington, tim administrasi Guaido telah mengambil alih kendali atas anak perusahaan dari PDVSA, perusahaan minyak negara Venezuela, yang berlokasi di AS. Salah seorang sumber yang masuk dalam tim Guaido mengatakan bahwa pihak Citibank telah diberitahu bahwa ada peristiwa force majeure di Venezuela, sehingga memerlukan masa tenggang, namun nampaknya pihak Citibank tidak mengabulkan permintaan untuk masa tenggang tersebut.

Dalam sebuah laporan yang disampaikan kepada regulator sekuritas AS pada bulan Februari, Citibank mengatakan Bank Sentral Venezuela telah memberikan persetujuan pada empat tahun lalu untuk melakukan pembelian kembali emas mereka di bulan maret 2019 ini, sebagai bagian dari kontrak yang telah ditandatangani guna memperoleh pinjaman.(WD)

Related posts