Credit Suisse Ingin Meningkatkan Kepemilikan Di Perusahaan Sekuritas Cina

Institusi pemberi pinjaman Credit Suisse mengatakan bahwa pihaknya ingin meningkatkan saham di perusahaan patungan sekuritas Cina hingga menjadi 100% dan sekaligus meningkatkan pangsa pasar setelah mendapatkan sinyal persetujuan terhadap aturan untuk mengambil kepemilikan secara mayoritas.

Bank terbesar di Swiss tersebut  juga mencari untuk mempekerjakan lebih banyak staf dan berinvestasi di negara ekonomi kedua terbesar dunia, Cina sebagai peluang bisnis yang paling signifikan di dunia. Cina telah memperoleh relevansi dengan Credit Suisse dan bank internasional lainnya setelah Beijing mempercepat pembukaan pasar keuangannya kepada investor asing.

Setelah sebelumnya memperoleh 51% kendali atas usaha patungan sekuritasnya pada bulan Juni dan sekaligus menunjuk Janice Hu sebagai pimpinan, pihak Credit Suisse mempunyai tujuan untuk mengambil kepemilikan penuh dari Founder Securities karena mereka tengah berupaya untuk membangun bisnis perbankan swasta dan investasi.

Janice Hu yang dikenal sebagai bankir investasi veteran, telah dipercaya oleh Credit Suisse selama hampir dua dekade, untuk menumbuhkan bisnis mereka di Cina, dimana waktu untuk memperoleh kepemilikan secara penuh atas usaha tersebut ada di tangan regulator.

Meskipun mereka tidak memisahkan bisnisnya, namun unit Asia Pasifik telah menyumbang sekitar seperlima dari keseluruhan pendapatan sebelum pajak pada tahun 2019 lalu, dengan Cina sebagai pasar terpenting di kawasan tersebut.

Credit Suisse menempati peringkat kedua dalam biaya konsultasi M&A di Asia, tidak termasuk Jepang, dengan pangsa pasar hingga 9.35 dan menempati peringkat kedua dalam biaya perbankan investasi dengan pangsa sebesar 4.6%.

Di wilayah Asia pasifik mereka tidak hanya bersaing dengan rival mereka yang juga berbasis di Zurich, UBS namun juga dengan bank swasta asal Swiss lainnya termasuk Pictet yang berbasis di Jenewa dan institusi pemberi pinjaman terdaftar Julius Baer dalam sektor bisnis manajemen kekayaan.

Sementara itu di unit bisnis perbankan investasi, Credit Suisse mempunyai pesaing utama yaitu Morgan Stanley dan JPMorgan, serta saingan utama mereka di Asia yaitu bank investasi Citic Securities asal Cina.

Mereka telah meningkatkan jumlah uang yang dikelola di kawasan Asia Pasifik hingga sekitar 25% selama tiga tahun terakhir menjadi 220 milliar Swiss Franc ($233 milliar) di akhir tahun lalu, sebelum mengalami penurunan menjadi 197 milliar Swiss Franc di periode kuartal pertama lalu akibat krisis Covid-19.(WD)

Related posts