Header Ads

Data Cina Memberikan Tekanan Terhadap Bursa Saham Eropa

Bursa saham Eropa dibuka sedikit lebih rendah di sesi perdagangan awal pekan ini, seiring data perdagangan yang lemah dari Cina serta ditambah dengan gambaran perlambatan yang semakin dalam di Jerman sehingga mampu mengalahkan optimisme pasar yang ditimbulkan oleh kenaikan lapangan pekerjaan di AS yang tidak terduga.

Indeks DAX jerman diperdagangkan 0.1% lebih tinggi, sementara indeks saham CAC 40 Perancis mencatat penurunan 0.5%, sedangkan indeks FTSE 100 juga mengalami bergerak 0.1% lebih rendah.

Data produksi industri Jerman merosot hampir 18% pada bulan April, yang memberikan cerminan sejauh mana resesi yang dihadapi oleh negara ekonomi terbesar di kawasan Eurozone, meskipun pembatasan kebijakan lockdown tengah mengalami pelonggaran.

Namun diluar itu semua, data yang mengecewakan datang dari negara ekonomi terbesar kedua dunia, Cina sebagai mitra dagang utama Eropa. Ekspor Tiongkok dilaporkan mengalami kontraksi di bulan Mei hingga sebesar 3.3% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, sementara laju impor juga mencatat penurunan 16.7% dan mencatat penurunan paling tajam sejak Januari 2016 lalu.

Setidaknya data ini dinilai mengimbangi peningkatan sentimen pasar yang ditimbulkan oleh kenaikan yang mengejutkan di data Non-Farm Payrolls AS sebanyak 2.5 juta, jauh lebih baik dari ekspektasi penurunan 8 juta lapangan kerja.

Tingkat pengangguran juga turun menjadi 13.3% di bulan Mei dari 14.7% di bulan April dan rilisan data ini telah membangkitkan harapan terhadap pemulihan ekonomi yang lebih cepat karena pemerintah di seluruh dunia meringankan pembatasan sosial untuk meredam pandemi virus corona.

Kesemua ini terjadi menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve di hari Rabu waktu AS, seiring bank sentral AS harus memutuskan apakah akan mengikuti Bank Sentral Eropa dalam menawarkan langkah-langkah stimulus secara besar-besaran.(WD)

Related posts