Header Ads

Deutsche Boerse AG Berniat Untuk Membeli Unit Usaha Milik Refinitiv

Operator bursa Jerman, Deutsche Boerse AG mengatakan bahwa pihaknya tengah bernegosiasi dengan perusahaan penyedia data, Refinitiv mengenai potensi terjadinya akuisisi dari unit bisnis valuta asing dari Refinitiv. Pernyataan tersebut muncul setelah Reuters melaporkan bahwa Deutsche Boerse tengah dalam pembicaraan untuk membeli FXall, yaitu sebuah platform perdagangan valuta asing elektronik yang dimiliki oleh Refinitiv, dengan harga pembelian sekitar $3.5 milliar.

Namun disebutkan pula bahwa harga pembelian sebesar $3.5 milliar serta penandatanganan kontrak mengikat yang disebutkan dalam spekulasi pasar sama sekali tidak mempunya dasar. Jika transaksi ini dapat diselesaikan, maka hal tersebut akan mendiversifikasi bisnis Deutsche Boerse di luar perdagangan saham, yang memungkinkan pihak Refinitiv untuk memangkas tumpukan hutangnya setelah pada tahun lalu diakuisisi oleh konsorsium yang dipimpin oleh Blackstone Group LP dalam pembelian bersifat leveraged sebesar $20 milliar.

Unit usaha FXall diketahui memiliki lebih dari 2,300 klien institusi yang memperdagangkan valuta asing di platform mereka, menawarkan lebih dari 500 pasangan mata uang yang berbeda melalui sejumlah metode, termasuk perdagangan on-the spot, forward dan kontrak option.

Sebagai operator Frankfurt Stock Exchange, Deutsche Boerse telah mencari jalan baru untuk pertumbuhan, karena profitabilitas fasilitas perdagangan terkikis oleh perusahaan perdagangan digital pesaingnya serta oleh meningkatnya dana investasi pasif. Pada hari Selasa kemarin Deutsche Boerse telah mengeluarkan pengumuman untuk membeli perusahaan penyedia risk management software, Axioma dengan nilai pembelian sebesar $850 juta, sebagai upaya untuk menggabungkannya dengan bisnis indeks yang ada dengan tujuan untuk membentuk perusahaan analitik baru.

Head of Global FX Deutsche Boerse, Carlo Koelzer, mengatakan bahwa perusahan tersebut tertarik untuk membeli FXall jika memungkinkan. Refinitiv sendiri merupakan sebuah perusahaan penyedia data yang 55% sahamnya dikuasai oleh Blackstone, sedangkan Thomson Reuters memiliki 45% saham di perusahaan yang menyediakan informasi keuangan, harga sekuritas, data analisis, manajemen risiko serta alat pendukung kepatuhan lainnya.(WD)

Related posts