Header Ads

Dow ‘Blue’ Jelang Akhir Tahun

Lantai Bursa Saham - Pasar Saham

Sentimen “blues” pada Dow Jones di Desember terus berlanjut setelah jatuh untuk hari kedua berturut-turut kemarin. Terjadi di tengah kekhawatiran shutdown pemerintah dan kekhawatiran yang sedang berlangsung atas rencana Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunga.

Indeks Dow Jones turun 1, 99%, mengambil kerugian untuk bulan ini sejauh sekitar 13%. Indeks S & P 500 merosot 1,58%, sementara Indeks komposit Nasdaq turun 1,63%.

Gejolak di Washington melumpuhkan saham-saham ketika Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Paul Ryan mengatakan Presiden Donald Trump tidak akan menandatangani resolusi pendanaan pemerintah sementara, meningkatkan risiko shutdown pemerintah parsial.

Sentimen pada saham juga diguncang oleh kekhawatiran perdagangan setelah AS dan banyak sekutunya menuduh pemerintah China melakukan spionase industri melalui cyberwarfare.

Perang perdagangan antara AS dan China dalam kondisi “gencatan senjata” berlangsung selama 90 hari hingga Maret tahun depan karena kedua negara berusaha mencapai konsensus tentang perdagangan.

Sementara itu, sektor teknologi memperparah penurunan, dimana saham Apple masih berjuang untuk mengurangi kerugian karena masalah hukumnya terus meningkat.

Pengadilan Jerman mengatakan pembuat iPhone tidak bisa lagi menjual beberapa model iPhone, yang mengandung komponen tertentu yang melanggar paten perangkat keras Qualcomm. Namun keputusan itu tidak akan segera berlaku jika Apple naik banding, hakim Matthias Zigann mengatakan kepada pengadilan.

Related posts