Header Ads

Ekonomi Korea Selatan Terus Dihadapkan Dengan Ketidakpastian

Dalam tinjauan ekonomi bulanannya, Kementerian Keuangan Korea Selatan mengatakan bahwa ekonomi di negeri ginseng telah dihadapkan pada ketidakpastian eksternal yang lebih besar pada saat kondisi domestik terus memburuk akibat aktivitas industri yang lemah serta laju permintaan dan pekerjaan yang melambat. Dalam tinjauan bulan November disebutkan bahwa data industri pada bulan September masih lemah, meskipun angka ekspor dan laju konsumsi masih baik, meskipun dihinggapi oleh ketidakpastian dari laju investasi dan pekerjaan yang lesu serta ditambah lagi dengan semakin buruknya konflik perdagangan antara As-Cina dan harga minyak mentah yang tinggi.

Bank of Korea serta Korea Development Institute menyampaikan pandangannya yang berubah menjadi negatif mengenai ekonomi Korea Selatan serta menurunkan estimasi pertumbuhan mereka untuk tahun ini dan tahun depan. Dalam laporan disebutkan juga bahwa jumlah lapangan pekerjaan baru mencapai 45 ribu selama bulan September dalam skala tahunan, atau jauh melonjak dari sebanyak 3 ribu pada bulan Agustus. Namun demikian laju lapangan kerja masih berada di bawah angka 100 ribu dalam delapan bulan berturut-turut. Sementara jumlah pengangguran mencapai 1.024 juta, yang mencatat angka diatas 1 juta dalam sembilan bulan berturut-turut.

Untuk laju ekspor dilaporkan mencapai $54.97 milliar di bulan lalu, atau mencatat kenaikan 22.7% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Untuk laju ekspor harian secara rata-rata turun sekitar 4% menjadi $2.39 milliar. Disebutkan juga untuk penjualan produk kendaraan penumpang di pasar domestik yang mengalami lonjakan 22.7% di bulan Oktober dari tahun sebelumnya, sementara untuk penjualan di department store naik 3.9% serta pengeluaran belanja melalui kartu domestik naik hingga sebesar13.2%. Akan tetapi untuk penjualan toko diskon justru mengalami penurunan hingga 12.2% di periode yang sama.

Sedangkan untuk laju pertumbuhan investasi fasilitas dilaporkan naik 2.9% di bulan September, terutama di investasi terhadap mesin, namun untuk investasi di peralatan tarnsportasi justru dilaporkan turun.(WD)

Related posts