Emirates Akan Memesan 50 Unit Pesawat Dari Airbus

Maskapai penerbangan asal Dubai, Emirates diberitakan telah memesa 50 unit pesawat jet komersil A350dari produsen pesawat terbesar Eropa, Airbus yang rencananya akan diluncurkan pada event Dubai Air Show.

Pemesanan senilai hingga $16 milliar pada awalnya dijadwalkan untuk pemesanan 70 unit pesawat dari produsen asal Perancis tersebut, terdiri dari 40 unit type A350 dan 30 unit type jet A330-900neo, namun semua pesanan type A330 dibatalkan sehingga pesanan terhada[ type A350 dinaikkan menjadi 50 unit.

CEO Airbus Guillaume Faury mengatakan pada konferensi pers bahwa kapal induk pembuat pesawat multinasional Eropa A380 sekarang akan memiliki “saudara” dalam armada yang dimiliki oleh Emirates. CEO Emirates menolak untuk membahas alasan di balik pembatalan pesanan A330 perusahaan, hanya mengatakan bahwa pembahasan mengenai A330 bukan merupakan bagian dari harus didiskusikan.

Ketua dan Kepala Eksekutif Emirates Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum mengatakan kepada pihak CNBC bahwa pesanan sejumlah unit pesawat dari Airbus merupakan kabar baik bagi industri penerbangan, sekaligus menepis kekhawatiran mengenai kurangnya aktifitas mereka sejauh ini, yang menunjukkan bahwa akan lebih banyak pesanan dapat masuk saat perhelatan Dubai Air Show berlangsung.

Selain itu beliau juga memuji pengembangan sektor penerbangan dari Uni Emirate Arab yang dinilai telah melakukan pelayanan dengan sangat baik dalam hal pertumbuhan pariwisata, sektor keuangan, ekonomi, kargo dan sejumlah sektor lainnya yang berkaitan seperti pengembangan bandara, infrastruktur dan pihaknya berjalan beriringan dengan semua pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah UEA.

Dubai Air Show yang selama ini dikenal sebagai sebuah event yang sarat dengan pemesanan produk pesawat dalam skala besar yang memecahkan rekor penjualan produk-produk pesawat, diperkirakan akan menyuguhkan persaingan yang ketat untuk mendapatkan tawaran antara Airbus yang mewakili Eropa dengan Boeing pesaingnya dari AS, yang mana masing-masing dari keduanya memiliki sekitar setengah dari pasar pesawat komersial dunia.

Akan tetapi kredibiltas Boeing saat ini tengah tercoreng menyusul dua kecelakaan yang menimpa pesawat produksi mereka, Boeing 737 Max yang terjadi hanya dalam rentang waktu lima bulan dan menewaskan sekitar 346 orang.(WD)

Related posts