Exxon Mobil Akan Menjual Aset Minyak Dan Gas Di Norwegia

Perusahaan minyak utama asal AS, Exxon Mobil telah menyatakan persetujuannya untuk menjual aset minyak dan gas mereka di Norwegia hingga senilai $4 milliar, mengakhiri produksinya di negara tersebut, dimana mereka mulai beroperasi lebih dari satu abad yang lalu.

Pada bulan Juni lalu Exxon telah menyampaikan bahwa pihaknya akan menjual portofolio bisnis hulu mereka di Norwegia, yang terdiri dari saham minoritas di lebih dari 20 ladang minyak, yang dioperasikan oleh produsen lokal, Equinor dan perusahaan minyak utama Anglo-Dutch, Royal Dutch Shell.

Harian Norwegia Dagens Naeringsliv melaporkan bahwa pembelinya adalah Var Energy, yang mana kesepakatan tersebut akan diumumkan pada akhir bulan ini.

Perusahaan yang berbasis di Irving, Texas ini telah mengadakan pembicaraan dalam beberapa pekan terakhir dengan sejumlah pihak yang berkepentingan termasuk perusahaan yang terdaftar di Oslo Equinor, Aker BP, dan DNO, Lundin Petroleum (LUPE) yang terdaftar di Stockholm, serta Var Energi, yang mendapatkan dukungan dari Eni Italia, dan perusahaan ekuitas swasta Hitech Vision.

Hingga saat ini baik pihak Equinor, Lundin maupun DNO tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentarnya. Tiga sumber yang mengetahui hal ini mengatakan kepada Reuters bahwa Exxon telah menutup proses penjualan dalam beberapa hari terakhir dengan satu pihak pembeli yang telah menyetujui ketentuan penjualannya.

Untuk itu pihak Exxon telah menyewa jasa dari bank investasi Jefferies untuk menjalankan proses penjualan.

Sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di Oslo, Rystad Energy mengatakan dalam catatannya di bulan Juni bahwa pada awal tahun ini Exxon tercatat memiliki hingga 530 juta barrel oil equivalent di Norwegian Continental Shelf.

Salah seroang analis di Rystad Energy, Simon Sjothun mengatakan bahwa portofolio yang menghasilkan arus kas tinggi dengan saldo pajak terbatas, mengingat bahwa kebijakan fiskal di Norwegia dengan pengurangan pajak nominal 90% untuk investasi, akan sangat menarik bagi setiap perusahaan minyak dan energi tanpa pendapatan yang memadai.

Selain itu disebutkan pula bahwa Exxon juga tengah mempertimbangkan untuk menjual aset mereka di Laut Utara Britania setelah sebelumnya beroperasi di wilayah tersebut selama 50 tahun.(WD)

Related posts