Fast Retailing Co Mencatat Laba Seiring Dukungan Penjualan Merek Uniqlo

Perusahaan ritel besar asal Jepang, Fast Retailing Co mencatat laba semester pertama grup perusahaan tersebut yang berhasil mendapatkan dukungan dari kinerja penjualan yang cepat dari merek pakaian kasual Uniqlo di pasar luar negeri, namun demikian perusahaan tersebut juga menurunkan perkiraan setahun penuh seiring melambatnya penjualan di pasar dalam negeri.

Dalam periode enam bulan hingga Februari, laba bersih perusahaan tersebut naik hingga 9.5% dari tahun sebelumnya hingga ke rekor tertingginya sebesar ¥114.03 miliar ($1.02 miliar), menyusul penjualan merek Uniqlo yang kuat di pasar Cina dan negara-negara di Asia Tenggara.

Laba operasional tumbuh 1.4% menjadi ¥172.94 milliar dari total penjualan sebesar ¥1.27 triliun, mencatat kenaikan 6.8%. Akan tetapi untuk periode 12 bulan hingga Agustus, perusahaan tersebut malah menurunkan perkiraan laba operasi mereka menjadi ¥260 milliar dari ¥270 milliar yang diproyeksikan pada Januari lalu, akibat dari penurunan penjualan Uniqlo di pasar dalam negeri untuk semester pertama, yaitu saat cuaca relatif hangat sehingga mengurangi permintaan terhadap pakaian untuk musim gugur. Akan tetapi perusahaan justru mempertahankan prospek laba bersih mereka sebesar ¥165 milliar serta prospek penjualan sebesar ¥2.30 triliun selama 12 bulan kedepan.

Presiden dan CEO Fast Retailing, Tadashi Yanai mengatakan kepada para wartawan saat konferensi pers di Tokyo, bahwa dirinya percaya bahwa laju penjualan di Cina tidak akan mengalami penurunan, seiring permintaan yang cukup tinggi dari rumah tangga berpendapatan menengah dan dirinya percaya dapat mencapai target untuk membuka gerai toko sebanyak 1000 gerai di Cina pada tahun fiskal 2021 mendatang.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa laju penjualan di lebih dari 600 gerai toko di Cina, mengalami peningkatan sekitar 20% pada semester pertama, meskipun saat ini tengah terjadi perlambatan di negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Sejumlah gerai toko di pasar luar negeri mampu membantu Uniqlo membukukan laba operasi hingga sebesar ¥88.49 milliar atau naik sekitar 9.6%, dari kenaikan total penjualan sebesar 14.3% menjadi ¥580 milliar. Namun demikian laba operasi di pasar domestik justru mencatat penurunan 23.7% menjadi ¥67.74 milliar dari total penjualan yang turun 0.5% menjadi ¥491.34 milliar.

Yanai juga mengatakan bahwa laju penjualan di pasar luar negeri terus melampaui penjualan di pasar domestik, dan berdasarkan hal tersebut, pihaknya telah berhasil menetapkan dasar yang kuat sebagai perusahaan global yang mampu mencapai tahap pertumbuhan baru.

Hingga akhir Februari lalu, Fast Retailing telah berhasil mengoperasikan sebanyak 825 gerai toko di Jepang dan sebanyak 1311 gerai toko di luar negeri.(WD)

Related posts