Foxconn Berencana Menjual Pabriknya Di Guangzhou, Cina

Perusahaan teknologi asal Taiwan, Foxconn tengah menjajaki kemungkinan untuk menjual pabrik panel display mereka yang baru senilai $8.8 milliar di Cina, di tengah berkurangnya laju permintaan akibat dari perang perdagangan AS-Cina yang semakin intensif.

Foxconn, yang secara resminya dikenal sebagai Hon Hai Precision Industry, tengah dalam pembicaraan untuk menunjuk salah satu bank guna menemukan pembeli potensial untuk pabrik pembuatan LCD yang tengah dibangun di kota Guangzhou, Cina Selatan saat ini.

Rencana penjualan ini terjadi di saat kondisi yang sulit bagi Foxconn, sebagai salah satu perusahaan yang masuk dalam daftar klien di AS termasuk Apple Inc, yang mana mereka harus menavigasi jalan yang sulit di tengah perang dagang yang berkepanjangan.

Dalam sebuah pernyataan tertulisnya kepada pihak Reuters, Foxconn mengatakan bahwa pihaknya tidak menanggapi rumor atau spekulasi yang beredar di pasar terkait masalah kebijakan perusahaan tersebut. Sebuah sumber yang dapat dipercaya mengatakan bahwa pabrik baru tersebut tidak akan memulai produksinya hingga awal Oktober mendatang, yang mana hal ini menjadi kurang menarik bagi para calon pembeli dikarenakan adanya risiko tambahan dibandingkan dengan pabrik yang telah beroperasi.

Trade war yang terjadi dalam kurun waktu setahun terakhir ini telah mengganggu rantai pasokan teknologi global secara besar-besaran, sehingga memaksa Foxconn untuk meninjau ulang operasional mereka. Selain itu melambatnya laju permintaan untuk produk televisi layar lebar serta produk monitor, yang mendorong manajemen Foxconn untuk mencari pembeli potensial bagi pabrik LCD mereka.

Pabrik baru mereka, yang oleh media Cina dijuluki sebagai investasi tunggal terbesar yang pernah ada di Guangzhou, diharapkan mampu untuk memulai operasi mereka di tahun 2019 ini, guna memenuhi kenaikan permintaan terhadap produk televisi layar lebar dan monitor di pasar Asia, sebagai tantangan kepada perusahaan saingan mereka asal Cina, BOE Technology Group sebagai produsen display terkemuka di dunia.

Proyek di Selatan Cina ini dijalankan sebagai kerjasama antara pemerintah Guangzhou dengan Sakai Display Products asal Jepang, yang merupakan pabrik panel mutakhir yang dimiliki oleh pendiri Foxconn Terry Gou bersama dengan Sharp Corp Jepang.

Saat ini industri produk layar lebar tengah berjuang dengan masalah berlebihannya pasokan serta jatuhnya laju pendapatan akibat dari penjualan televisi dan smartphone yang berada dalam kondisi kritisnya serta ditambah lagi dengan perang perdagangan yang semakin memburuk, sehingga dapat menaikkan harga produk sekaligus juga mengurangi laju permintaan konsumen.

Foxconn yang berbasis di Taipei mengatakan pada bulan April bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk membangun pabrik display dan fasilitas riset teknologi di Wisconsin di tengah meningkatnya skeptisisme tentang nasib proyek $ 10 miliar tersebut. Namun demikian Foxconn tengah berada dalam sorotan akibat kegagalan mereka sejauh ini untuk memenuhi target penciptaan lapangan kerja di Wisconsin, AS.(WD)

Related posts