GE Renewable Energy Menjadi Pemasok Mesin Turbin Di Proyek Dogger Bank

GE Renewable Energy yang merupakan divisi dari General Electric yang berpusat di Paris, dikabarkan telah terpilih sebagai pemasok untuk menyediakan mesin turbin untuk proyek pembangkit listrik tenaga angin di lepas pantai Dogger Bank, Inggris yang saat ini tengah dibangun oleh SSE yang bekerja sama dengan Equinor.

Rencananya tiga proyek pembangkit listrik tenaga angin Dogger Bank yang terletak di Laut Utara, akan menggunakan turbin Haliade-X dari Genernal Electric yang mempunyai kapasitas sebesar 12 megawatt (MW), yang merupakan turbin paling kuat di dunia.

Paul Cooley selaku director of capital projects di SSE Renewables, mengatakan bahwa wilayah Digger Bank saat ini akan menjadi pusat dari turbin pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai terbesar di dunia dan sebagai perintis teknologi serat karbon ini, akan memainkan peran sentral dalam membantu Inggris menjadi negara yang tingkat karbonnya di level netral pada 2050 mendatang.

Selain itu Orsted dikabarkan juga akan menggunakan mesin turbin Haliade-X untuk dua proyek pembangkit listrik tenaga angin di AS, yang merupakan proyek pertama di lepas pantai Maryland yang diperkirakan akan mulai beroperasi di tahun 2022 mendatang.

Seorang juru bicara dari GE Renewable mengatakan bahwa turbin untuk proyek Dogger Bank, kemungkinan akan dibangun di pabrik General Electric di Saint Nazaire dan Cherbourg di Perancis.

SSE dan Equinor berhasil memenangkan kontrak untuk tiga proyek Dogger Bank melalui proses lelang subsidi terbaru di Inggris, yang mencapai rekor terendahnya untuk pembangkit listrik tenaga angin di lepas pantai pada bulan lalu.

Selama beberapa tahun terakhir ini, besaran biaya bagi pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai, telah mengalami penurunan yang tajam, yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan ukuran turbin. Saat ini mesin turbin terkuat yang dipakai dalam operasional secara komersil adalah turbin Vestas yang mempunyai kapasitas 9.5 megawatt.

Inggris telah menjadi pasar pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai terbesar di dunia, dan berencana untuk menghasilkan sepertiga dari listrik negara tersebut di tahun 2030 mendatang, sebagai upaya untuk mencapai level nol di emisi karbon pada tahun 2050.(WD)

Related posts