Header Ads

General Motors Akan Memberhentikan Pekerjanya Sebanyak 14.000

Produsen otomotif asal AS, General Motors menyatakan bahwa pihaknya akan memberhentikan sejumlah pekerja pabriknya serta posisi staff mereka, hingga sebanyak 14 ribu di wilayah Amerika Utara sekaligus kemungkinan akan menutup lima fasilitas pabriknya untuk memangkas biaya seiring program restrukturisasi dan fokus kepada produk mobil listrik dan self-driveing vehicles.

Pengurangan pekerja pabrik ini akan menyebabkan sejumlah pekerja pabrik di wilayah AS akan dipindah ke pabrik produksi kendaraan jenis truck atau SUV untuk meningkatkan produksinya. Sebagian besar pabrik milik GM yang memproduksi produk otomotif yang tidak akan dijual di pasar AS, termasuk jenis kendaraan hybrid listrik Chevrolet Volt, akan terkena dampak penutupan, dan masa depan para pekerjanya akan menjadi bagian dari pembicaraan kontrak dengan serikat pekerja United Auto Workers di tahun depan.

Sebagai produsen otomotif terbesar di AS yang menjual merk Chevrolet, Buick, Cadillac dan GMC, pihak General Motors mengatakan bahwa langkah pemangkasan pekerjanya ini akan menghemat sekitar $6 milliar dalam bentuk tunai di akhir tahun depan, termasuk $4.5 milliar pengurangan biaya tahunan serta pengurangan $1.5 milliar dalam belanja modal mereka.

Chief Executive Officer GM, Mary Barra mengatakan bahwa pihak masih tetap mempekerjakan pekerja dengan keahlian dalam perangkat lunak dan kendaraan listrik, sementara sebagian besar pekerja yang akan diberhentikan bekerja doi unit produksi otomotif konvensional yang memakai mesin pembakaran internal. Barra menilai bahwa industri otomotif mengalami perubahan yang cepat dan bergerak kepada produksi otomotif bertenaga listrik dan autonomous, sehingga GM harus segera menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut.

Fasilitas pabrik yang akan ditutup kemungkinan adalah pabrik perakitan di Hamtramck Detroit yang memproduksi kendaraan Buick LaCrosse, Chevrolet Impala, Chevrolet Volt dan Cadillac CT6, yang mana kesemuanya merupakan produk dengan laju penjualan paling lambat diantara semua produknya. Selain itu pabrik di wilayah Lordstown, Ohio yang memproduksi merk Chevrolet Cruze juga masuk dalam daftar pabrik yang akan ditutup, seiring merek tersebut yang tidak lagi dijual di pasar AS dan produksinya akan dihentikan pada 1 Maret mendatang.

Untuk pabrik produksi transmisi di Warren, Michigan akan berhenti berproduksi pada 1 Agustus mendatang, sementara pabrik transmisi di Baltimore akan terlebih dahulu mengehentikan proses produksinya di awal April. Sedangkan pabrik mereka di Ontario, Kanada akan berhenti memproduksi otomotif merk Chevrolet Impala, Cadillac XTS dan satu jenis kendaraan pick up. Secara keseluruhan tarif impor aluminium dan baja yang ditingkatkan, menjadi faktor utama yang menimbulkan tekanan bagi perusahaan tersebut.(WD)

Related posts