Goldman Sachs : Investor Akan Kesulitan Di Paruh Kedua Tahun Ini

goldmanSiklus suku bunga tinggi serta ditambah iklim perdagangan global yang memanas, menurut Goldman Sachs akan mendatangkan kesulitan bagi para investor di paruh kedua tahun ini. Namun, sejumlah perusahaan dengan neraca yang kuat, seperti Facebook dan NVIDIA, dinilai mampu berkinerja dengan baik di masa sulit ini, menyusul kemampuan mereka untuk menangani tingginya biaya pinjaman dan volatilitas secara keseluruhan. Pada umumnya data ekonomi yang kuat serta pertumbuhan pendapatan yang solid telah mampu untuk mengangkat sentimen pasar. Sejak awal tahun ini,  antusiasme investor mampu mengangkat kinerja dari pasar ekuitas, akan tetapi semuanya sedikit mendapatkan hambatan seiring kebijakan proteksionisme dari Trump, yang memicu terjadinya Trade Wars. Dalam sebuah catatannya, David Kostin, kepala strategi ekuitas AS di Goldman Sachs, menuliskan bahwa ketegangan ini telah berfluktuasi hingga pertengahan tahun ini bahkan terus meningkat selama sebulan terakhir. Pihak Gedung Putih baru-baru ini telah mengeluarkan usulan mengenai tarif baru untuk impor otomotif senilai hingga $275 milliar serta usulan mengenai tarif khusus yang menargetkan impor produk Cina hingga senilai $400 milliar. Awal pekan ini pasar ekuitas merasakan dampak dari meningkatnya ketegangan, menyusul DJIA jatuh lebih dari 100 poin menjelang penutupan sesi pertama perdagangan Senin malam. Selain itu, pasar ekuitas merasakan pula dampak dari kenaikan suku bunga AS. Kostin menambahkan bahwa imbal hasil Treasury AS 10-y telah meningkat sebesar 44 basis poin menjadi 2.85%, dan jika melihat dari perekonomian AS saat ini, makadiperkirakan imbal hasilnya akan naik hingga 3.25% di akhir tahun ini. The Fed telah menaikkan suku bunga dua kali di tahun ini, dan investor masih mengharapkan setidaknya kenaikan satu kali lagi hingga akhir 2018. Goldman Sachs menerapkan acuan metrik yang disebut Altman Z-Score untuk menentukan kekuatan neraca setiap perusahaan, yang memperhitungkan lima rasio, seperti modal kerja ke aset, laba yang ditahan, leba sebelum pajak dan bunga, aset penjualan serta kapitalisasi pasar terhadap kewajiban.

Related posts