HSBC Mencatat Laba Q3 Yang Lebih Rendah

Lembaga pemberi pinjaman terbesar asal Eropa, HSBC merilis laporan laba sebelum pajak untuk periode kuartal ketiga yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, meskipun mencatat kekuatan operasionalnya di kawasan Asia.

Laba yang dilaporkan sebelum pajak turun 18% di tingkat tahunan menjadi $4.8 milliar dalam tiga bulan yang berakhir di bulan September lalu. HSBC mengatakan laba sebelum pajak turun 12% menjadi $5.3 milliar atas dasar penyesuaian yang berlaku, sementara para analis sebelumnya memperkirakan laba sebelum pajak HSBC hanya akan turun 11% menjadi $5.3 milliar di periode tersebut.

Laju pendapatan HSBC yang dilaporkan untuk kuartal ini, sebesar $13.36 milliar, dengan tingkat kerugian sekitar 3% setiap tahunnya.

Noel Quinn selaku Chef Executive HSBC mengatakan bahwa bisnis bank, terutama di kawasan Asia, bertahan dengan baik, meskipun berada dalam lingkungan yang menantang di kuartal ketiga. Secara keseluruhan HSBC melaporkan besaran laba sebelum pajak di kawasan Asia, mencatat kenaikan 4% dari periode yang sama setahun lalu, dan Hong Kong tercatat sebagai wilayah dengan operasi paling tangguh di Asia.

Tetapi di bagian lain, Quinn mengatakan kinerja HSBC dinilai kurang memberikan hasil yang baik, termasuk kegiatan bisnis di benua Eropa. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa rencana mereka sebelumnya dinilai tidak lagi cukup untuk meningkatkan kinerja bisnisnya, mengingat bahwa prospek pertumbuhan pendapatan yang tumbuh moderat.

Dengan demikian pihak HSBC mempercepat rencana perombakan sekaligus memindahkan modal ke pertumbuhan yang lebih tinggi sekaligus mengembalikan peluang di pasar.

Saham HSBC yang terdaftar di Hong Kong turun sedikit setelah pengumuman pendapatan, tetapi masih mencatat kenaikan sebesar 0.65%.

Meskipun berpusat di London, akan tetapi HSBC lebih banyak mendapatkan sebagian besar keuntungannya di wilayah Asia, khususnya Hong Kong. Selama paruh pertama tahun ini, Hong Kong berhasil menyumbang sebesar 51.7% laba sebelum pajak dari bank tersebut.

Seiring gelombang demonstrasi yang meluas di Hong Kong sejak Juni lalu, yang melumpuhkan mayoritas pelaku sektor bisnis berskala kecil dan menengah di Hong Kong, sehingga HSBC mengumumkan sejumlah langkah pada bulan Agustus lalu. Langkah-langkah ini termasuk juga potongan suku bunga serta pengurangan biaya untuk membantu UKM Hong Kong di tengah ketidakpastian ekonomi global.(WD)

Related posts