HSBC Setuju Untuk Membayar Denda Sebesar $765 Juta

Raksasa perbankan asal Inggris, HSBC telah menyetujui untuk membayar denda sebesar $765 juta untuk menyelesaikan tuduhan terhadap kasus surat berharga berbasis hipotek bermasalah yang dipasarkan kepada investor sebelum terjadinya krisis keuangan global.

Pada kurun waktu antara 2005 hingga 2007 silam, salah seorang staff HSBC secara sadar telah membuat suatu paket pinjaman dalam skala rendah dengan tingkat default yang tinggi, menjadi sebuah sekuritas berbasis mortgage dan hal ini tetap dilakukan meskipun ada peringatan dari tim manajemen risiko internal serta tim peninjau dari luar instansi tersebut. Bob Troyer, Jaksa Agung AS untuk Colorado, dalam sebuah pernyataannya mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh HSBC adalah kesalahan besar dikarenakan HSBC membuat pilihan yang merugikan orang serta menyalahgunakan kepercayaan dari para investornya.

Meskipun telah mencapai kesepakatan penyelesaian, pihak HSBC tetap membantah tuduhan tersebut dan tidak mau berkomentar terhadap ketetapan yang telah disahkan oleh Kejaksaan Federal. Sebelumnya pada bulan Desember tahun lalu, HSBC telah menyelesaikan perjanjian penuntutan yang ditangguhkan selama lima tahun oleh Departemen Kehakiman setelah pihaknya mengakui bahwa pada tahun 2012 lalu telah melakukan pelanggaran pencucian uang dalam skala yang luas dan untuk pelanggaran tersebut HSBC diharuskan untuk membayar sanksi hingga sebesar $1.9 milliar.

Selama sepuluh tahun setelah terjadinya krisis moneter global, Departemen Kehakiman menghadapi kritikan dari para pembuat undang-undang dan masyarakat luas terkait pilihan mereka yang hanya menetapkan denda dari perusahaan yang bermasalah dibandingkan menuntut para eksekutif keuangan senior perusahaan bermasalah akibat tindakan mereka menjelang terjadinya krisis yang lalu.(WD)

On Articles

Related posts