Hyundai Mengurangi Jumlah Pekerjanya Di Cina Menyusul Turunnya Penjualan

Menyusul turunnya laju penjualan produknya, produsen otomotif asal Korea Selatan Hyundai Motor mengatakan bahwa perusahaan joint venture mereka di Cina telah menerima sejumlah permohonan pensiun secara sukarela dari para karyawannya, sembari mengatakan akan meninjau berbagai rencana optimasi sejenis terhadap sejumlah pabriknya yang ada di Cina.

Laju penjualan produk otomotif Hyundai di Cina turun hingga sebesar 23% selama kuartal keempat tahun lalu, seiring minimnya model baru yang menarik serta lemahnya upaya branding mereka di tengah semakin ketatnya persaingan dari perusahaan produsen otomotif Cina dan dunia.

Majalah keuangan Cina, Caixin melaporkan bahwa perusahaan joint venture Hyundai di Cina mengharapkan peran kerja cadangan sebanyak 1500 orang di kuartal pertama tahun ini, dan pihaknya telah meminta kepada para karyawannya apakah ingin tetap berkeja atau memilih untuk diberhentikan. Dalam pernyataannya Hyundai mengatakan bahwa mereka tengah melakukan peninjauan terhadap sejumlah rencana optimasi guna meningkatkan efisiensi fasilitas menjelang libur Tahun Baru Cina.

Sebagai pasar otomotif terbesar di dunia, Cina memang menderita akibat terjadinya kontraksi penjualan di pasar otomotifnya untuk yang pertama kalinya di tahun lalu dalam dua dekade terakhir, akibat tekanan trade wars yang terjadi antara AS dan Cina serta ditambah dengan penghapusan pajak secara bertahap atas kebijakan pemangkasan pajak bagi produk otomotif kecil.

Hal inilah yang menimbulkan permasalahan bagi para produsen otomotif asal Korea Selatan yang masih menderita akibat belum pulihnya hubungan diplomatik antara Seoul dengan Beijing pada beberapa waktu lalu yang melemahkan laju permintaan terhadap produk dari Korea Selatan di Cina.

Hyundai yang tercatat sebagai produsen otomotif terbesar ketiga di Cina hingga 2016 lalu bersama dengan afiliasi mereka KIA Motors, saat ini tengah dibebani dengan melimpahnya kapasitas produksi mereka, yang mana kapasitas penjualan di pasar Cina merupakan setengah dari total produksinya selama setahun. Dengan demikian melemahnya laju penjualan di pasar Cina tentunya turut melemahkan output produksi mereka secara lebih luas.(WD)

Related posts