Hyundai Motors Akan Buyback Saham Mereka Hingga Senilai 250 Milliar Won

Raksasa otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor Co akan membeli kembali sahamnya di pasar hingga senilai 250 milliar Won ($222.7 juta), dengan harapan buyback ini dapat meningkatkan kinerja saham mereka dari performa terburuknya dalam hampir satu dekade terakhir, di tengah melemahnya laju penjualan dan prospek pendapatan mereka.

Dalam pernyataan mereka pada hari ini, mereka akan membeli 2,136,681 lembar common stocks senilai 213.7 milliar Won serta saham preference senilai 41.2 milliar berdasarkan harga penutupannya di bursa Seoul akhir pekan ini. Adapun pelaksanaan buyback akan dilaksanakan dari 3 Desember 2018 hingga 28 februari 2019, dengan tujuan untuk meningkatkan pengembalian kepada para pemegang sahamnya.

Selama ini para investor telah meluncurkan keluhannya mengenai lambannya kinerja saham tersebut akibat beban berat dari lesunya penjualan di pasar domestik maupun pasar luar negeri, tekanan terhadap langkah restrukturisasi serta penurunan peringkat kredit dari S&P terhadap saham mereka. Saham Hyundai Motor anjlok ke harga 97,500 Won pada 20 November lalu, dibawah 100,000 Won untuk pertama kalinya sejak nilai saham mereka menyentuh 99,000 Won pada November 2009 silam.

Kondisi tersebut diperparah dengan pencapaian laba senilai 289 milliar Won pada kuartal ketiga lalu, atau turun 70% per kuartal dan 76% di tingkat tahunan. hal yang sama juga dialami oleh rekan mereka KIA Motors Corp yang juga membukukan hasil buruk dengan penurunan 67% di laba operasional mereka pada periode yang sama.

Rencana buyback yang disuarakan oleh Hyundai, sontak mengangkat nilai saham mereka hingga %7 di sesi perdagangan terakhir di bulan ini. Namun demikian sejumlah ahli tetap bersikap skeptis mengenai apakah buyback saham sudah cukup untuk mengembalikan harga saham yang terperosok.

Sentimen investor terhadap industri otomotif secara keseluruhan mengalami kontraksi turun, terlebih pasca Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali perlunya menetapkan tarif hingga 25% untuk seluruh produk mobil impor. Dengan aturan ketat dari pemerintah Korea Selatan mengenai transaksi intra-grup terhadap kelompok-kelompok bisnis dalam skala besar, Hyundai Motors harus berjuang untuk merombak struktur kepemilikan mereka. (WD)

Related posts