IKEA Berharap Dapat Melampaui Target Dari Proyek Energi Terbarukan

Ingka Group, yang memiliki sebagian besar toko IKEA, pada akhir tahun akan melampaui target 2020 untuk menghasilkan energi terbarukan sebanyak energi yang dikonsumsi, kata Kepala Eksekutif Ingka, Jesper Brodin, pada hari Kamis kemarin.

Ingka Group telah menghabiskan 2.5 miliar euro ($ 2.8 miliar) selama dekade terakhir di peternakan angin, panel surya atap di toko-toko dan gudang-gudang dan, paling baru, di taman surya pertama di luar lokasi, perusahaan mengatakan pada hari Kamis.

Pada minggu ini perusahaan telah akuisisi 49% saham di dua taman surya AS yang akan mulai beroperasi dalam beberapa bulan mendatang. Ikea adalah grup furnitur terbesar di dunia dan Ingka Group memiliki sebagian besar operasi ritelnya.

Brodin mengatakan kepada Reuters bahwa Ingka berencana untuk terus berinvestasi di ladang angin dan taman tenaga surya. Dia bilang itu bisnis yang bagus.

“Menjadi cerdas iklim bukanlah biaya tambahan. Ini sebenarnya bisnis yang cerdas dan seperti apa model bisnis di masa depan … Segala sesuatu di sekitar bahan bakar fosil dan penggunaan sumber daya yang daft akan mahal,” katanya.

Brodin mendesak perusahaan dan pemimpin pemerintah pada KTT Aksi Iklim yang diadakan PBB di New York pada hari Senin lalu, untuk berkomitmen membatasi pemanasan global hingga 1.5 derajat Celcius (2,7 Fahrenheit), sebagaimana diminta oleh para ilmuwan.

Lebih dari 400 perusahaan termasuk IKEA, H&M, Coca-Cola dan Sony telah berkomitmen untuk inisiatif yang didukung oleh AS untuk membantu membatasi pemanasan global hingga di bawah 2 derajat Celcius.

Ingka mengatakan energi terbarukannya sekarang sama dengan lebih dari 1,7 gigawatt (GW) yang tersebar di 920.000 modul surya di situsnya, 534 turbin angin di 14 negara dan 700.000 panel surya yang sedang dibangun di Amerika Serikat.

Related posts