Header Ads

IKEA Menjalin Kerjasama Dengan Alibaba Untuk Menjual Produknya

Pengecer furnitur terbesar dunia, IKEA menjalin kerjasama dengan platform e-commerce Tmall asal Cina, Alibaba untuk mulai menjual produk-produknya, sekaligus menandai penjualan melalui pihak ketiga untuk pertama kalinya dalam 77 tahun sejarah perusahaan asal Swedia tersebut.

Langkah ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak pembeli di negara dimana konsumen dalam jumlah yang lebih besar, di tengah upaya Cina dalam memerangi wabah virus corona yang membuat IKEA menutup seluruh 30 gerai toko mereka untuk sementara di akhir Januari lalu.

Pihak IKEA mengatakan bahwa mereka melihat toko virtual mereka di Tmall, yang pada awalnya diuji coba di provinsi Jiangsu Timur, Zhejiang, Anhui dan Shanghai selama enam bulan, sebagai pelengkap gerai toko konvensional, online shop dan aplikasi mereka yang telah mereka jalankan selama ini.

Tolga Oncu selaku retail chief di Ingka, yang memiliki sebagian besar toko IKEA di seluruh dunia, mengatakan kepada pihak Reuters bahwa dirinya melihat ini sebagai peluang yang baik untuk dapat diakses oleh lebih banyak konsumen mereka di Cina, terutama mengingat lingkungan digital di Cina.

Lebih lanjut Oncu mengatakan bahwa pihaknya menguji langkah ini untuk melihat bagaimana hal ini memberikan dampak pada merek mereka, bagaimana damapknya terhadap infrastruktur, gerai toko dan e-commerce mereka, dan bagaimana mencapai segmen baru serta seperti apa hasilnya nanti.

Uji coba tersebut juga menandai upaya lain dari IKEA untuk beradaptasi dengan pola belanja yang mengalami perubahan dengan cepat, yang mana hingga satu dekade lalu hampir semata-mata bergantung pada toko-toko wholesale mereka di pasar global.

Dalam beberapa tahun terakhir IKEA telah banyak berinvestasi dalam memperluas jaringan online dan saluran penjualan baru agar dapat mudah diakses oleh para konsumennya, sehingga mereka meluncurkan aplikasi shoppable baru serta format toko dalam kota.

Jon Abrahamsson Ring sebagai calon CEO di pemilik Inter IKEA di masa mendatang, mengatakan bahwa jika uji coba ini berhasil maka IKEA bertujuan untuk meluncurkan toko Tmall ke lebih banyak wilayah di Cina. Akan tetapi saat ini tidak ada rencana untuk menjual melalui pihak ketiga di pasar lainnya.

Beliau juga menambahkan bahwa di pasar lain akan ada ketentuan lainnya, sehingga pihaknya akan melihat ini sebagai titik awal untuk peluncuran secara penuh atau berkomitmen penuh untuk langkah ini. IKEA melihat Cina sebagai pasar pertumbuhan utama.

Toko di Tmall akan menawarkan sekitar 3.800 dari sekitar 9.500 produk IKEA serta layanan yang tersedia di saluran penjualannya sendiri, seperti pengiriman dan perakitan.

Perusahaan tersebut menyampaikan pada Senin kemarin bahwa pihaknya telah berencana membuka kembali 12 lokasi, seiring Cina telah mempermudah pembatasan perjalanan dan aktifitas publik di tengah penurunan angka infeksi baru.

Presiden Tmall dan Taobao di Alibaba Group, Jiang Fan mengatakan bahwa IKEA merupakan perusahaan pengecer perabot rumah tangga terkemuka di dunia dan dicintai oleh banyak konsumen di negara itu dan sangat menarik untuk membantu IKEA menjelajahi saluran online dan memungkinkan lebih banyak konsumen Cina untuk membeli produk IKEA dengan kenyamanan yang lebih besar.(WD)

Related posts