Header Ads

Indeks Berjangka AS Terpuruk Di Sesi Perdagangan Asia

Pergerakan harga di indeks berjangka AS surut saat sesi perdagangan Asia Pagi hari tadi, karena kekhawatiran tentang meluasnya epidemi virus corona yang akan membebani harapan terhadap dukungan kebijakan guna menghentikan kejatuhan ekonominya.

Kenaikan yang dicatat oleh indeks S&P 500 di perdagangan Selasa waktu AS, berawal dari dukungan para pembuat kebijakan di dunia yang menyusun paket-paket dalam menanggulangi penurunan aktifitas ekonomi dengan memperlambat bahkan menghentikan penyebaran wabah COVID-19.

Hingga berita ini dibuat indeks Dow Jones futures turn 1.53%, sementara indeks S&P 500 futures melemah hingga 1.87%, sedangkan Nasdaq futures bergerak 2.10% lebih rendah.

Shin-ichiro Kadota yang saat ini aktif sebagai ahli strategi mata uang dan suku bunga senior di Barclays, mengatakan bahwa untuk sementara ini pasar masih bereaksi terhadap berita positif mengenai stimulus, namun kondisi ini tidak akan bertahan lama seiring banyak bank dan investor yang mengalami pukulan terhadap neraca keuangannya dan lebih memilih untuk melakukan aksi jual terhadap posisi mereka saat ini.

Pemerintahan Trump pada hari Selasa meluncurkan paket stimulus US$ 1 triliun dalam waktu dua pekan kedepan untuk menopang ekonomi yang terimbas virus corona, sementara pemerintah negara ekonomi utama lainnya lebih condong ke arah kebijakan stimulus fiskal.

Terkait hal tersebut Masahiro Ichikawa selaku ahli strategi senior di Sumitomo Mitsui Asset Management, mengatakan bahwa jumlah tersebut lebih besar dari paket stimulus saat pemerintahan Obama senilai US$787 milliar, bahkan menjadi terbesar sejak krisis yang melanda Lehman Brothers, namun demikian pasar saham sepertinya masih akan diliputi kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Federal Reserve AS bergerak pada Selasa untuk mengurangi tekanan pendanaan di antara korporasi dengan membuka kembali Commercial Paper Funding Facility, untuk menanggung pinjaman dari sektor korporasi dalam jangka pendek.

Jika berbicara mengenai paket stimulus dalam jumlah besar, maka tidak bisa mengesampingkan kekhawatiran yang akan timbul terhadap prospek kesehatan fiskal AS di periode jangka panjang, yang mana hal ini akan memberikan tekanan pula terhadap pasar obligasi pemerintah AS di periode yang sama.(WD)

Related posts