Bursa Jepang Ditutup Turun Akibat Aksi Profit Taking

Bursa saham Jepang kembali jatuh di sesi perdagangan hari ini akibat gelombang aksi profit taking dari para investor. Indeks Nikkei ditutup turun 0.66%, setelah di hari sebelumnya mencatat kenaikan untuk menyentuh level penutupan tertingginya sejak November 1991.

Sementara indeks Topix juga mengalami penurunan 1.17% setelah naik di sesi perdagangan sehari sebelumnya. Kedua indeks utama tersebut menghentikan kenaikan beruntunnya dalam tiga sesi perdagangan sebelumnya. pada sesi pembukaan perdagangan pagi hari tadi indeks Nikkei sempat menutup kerugian sebelumnya, namun pasar berada di bawah tekanan jual di sesi perdagangan berikutnya dengan mengacu kepada pasar global yang bergerak ke wilayah negatifnya.

Pasar mempercepat penurunannya pada sore hari seiring timbulnya isu-isu terkait saham-saham sektor otomotif akan mengalami penjualan jangka pendek oleh para investornya. Salah seorang analis teknikal senior di Mizuho Securities, Yutaka Miura memperkirakan bahwa indeks saham Nikkei akan jatuh dibawah 24000 pada pekan ini seiring tekanan dari aksi ambil untung para investor.

Sejumlah saham bluechip seperti Sony Corp mencatat penurunan 3.15% akibat maraknya aksi jual setelah mencatat kenaikan baru-baru ini, sementara produsen mobil Toyota Motor Corp, Honda Motor Co dan Nissan Motor Co juga mengalami kerugian seiring penjualan produknya yang buruk di bulan September lalu di pasar AS. Di perdagangan bursa Osaka Exchange, pergerakan indeks Nikkei kontrak Desember mencatat penurunan 140 poin.(WD)

Related posts