Indeks Nikkei Ditutup Turun Akibat Tekanan Dari Saham Fast Retailing Co

Indeks utama Nikkei kehilangan pijakan lebih lanjut di sesi perdagangan Tokyo Stocks Exchange pada perdagangan hari ini, di tengah kelangkaan insentif perdagangan utama. Nikkei ditutup turun 0.09% di sesi penutupan perdagangan Asia.

Sementara indeks Topix justru ditutup dengan mencatat kenaikan 0.36% di waktu yang sama. Hingga pertengahan waktu perdagangannya sejumlah saham-saham Tokyo terjebak dalam aksi tarik menarik antara penjualan untuk mengunci keuntungan dengan pembelian di harga rendah dan berfluktuasi di sekitar level penutupan hari Rabu sebelumnya.

Pergerakan indeks Nikkei sempat bergerak ke wilayah negatifnya di sesi pertama perdagangannya, seiring tidak adanya faktor penggerak pasar yang kuat, sementara indeks Topix justru naik berkat kinerja yang solid dari sektor keuangan. Sejumlah kalangan menilai bahwa penurunan indeks saham Nikkei dapat dikaitkan dengan penurunan dari saham perusahaan operator toko pakaian Fast Reatiling Co yang memberikan tekanan turun hingga lebih dari 50 poin.

Kepala Analis Pasar Di Saxo Bank Securities Ltd, Hiroaki Kuramochi menilai bahwa pasar terbebani oleh kekhawatiran mengenai prospek pembicaraan perdagangan AS-Cina serta terjadinya government shutdown yang berkepanjangan di pemerintahan AS. Lebih lanjut Kuramochi mengatakan bahwa pergerakan pasar hari ini cenderung tenang karena investor menahan diri secara signifikan menjelang rilis laporan pendapatan perusahaan-perusahaan besar Jepang di akhir bulan ini.

Sejumlah saham berkontribusi terhadap penurunan indeks Nikkei, diantaranya Fast Retailing yang ditutup turun 3.10%, serta kinerja suram yang dicatatkan oleh perusahaan layanan informasi ketenagakerjaan Recruit Holdings Co dan operator toserba FamilyMart UNY Holdings Co.

Sebaliknya institusi pemberi pinjaman regional Yamanashi Chuo Bank mengalami lonjakan 11.18% setelah mereka mengumumkan rencana pembelian kembali sahamnya di hari Rabu kemarin. Saham yang mencatat kenaikan termasuk diantaranya perusahan farmasi Astellas Pharma Inc dan produsen kosmetik Shiseido Co.(WD)

Related posts