Header Ads

Industri Jerman Inginkan Jalur Lebih Dengan China

Asosiasi industri BDI yang berpengaruh Jerman telah menyerukan Uni Eropa untuk mengadopsi kebijakan yang lebih keras terhadap China dan mendesak perusahaan untuk mengurangi ketergantungan mereka pada pasar China karena kekhawatiran atas dumping harga dan transfer teknologi.

Nada yang lebih keras merupakan indikasi terbaru bahwa pembuat kebijakan dan manajer bisnis di Eropa menjadi semakin khawatir tentang China sebagai pesaing dan model ekonomi yang digerakkan oleh negara.

Dalam sebuah makalah yang dipresentasikan pada hari Kamis, BDI menekankan bahwa perusahaan Jerman membutuhkan China sebagai pasar, tetapi membunyikan alarm tentang keengganan Beijing untuk membuka akses dan membuat 54 tuntutan ke Berlin dan Brussels untuk membantu.

Makalah ini, pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada bulan Oktober, menyerukan agar Uni Eropa menciptakan kerangka kerja ekonomi yang lebih kuat untuk pasar internalnya sendiri untuk mengikat perusahaan-perusahaan dari ekonomi non-pasar ke sistem ekonomi liberalnya sendiri.

“Untuk UE, lebih penting daripada sebelumnya untuk tidak hanya menguraikan pentingnya sistem dan nilai-nilainya sendiri secara internal tetapi juga untuk secara ofensif mewakili mereka secara eksternal,” kata BDI.

Di antara tuntutannya adalah memperketat aturan subsidi UE. Perusahaan-perusahaan yang tidak menghasilkan barang di UE seharusnya tidak dapat menerima subsidi negara, katanya. Itu juga menyerukan lebih banyak investasi UE dalam infrastruktur dan inovasi.

Sebagai kelompok lobi bisnis utama Jerman, pandangan BDI membawa bobot dan dimasukkan ke dalam keputusan kebijakan pemerintah.

Related posts