Industri Otomotif Harus Berhadapan Dengan Potensi Tarif Menyakitkan

Industri mobil AS mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump pada hari Senin untuk tidak membebani mobil dan suku cadang impor dengan tarif yang tinggi. Desakan ini dilontarkan setelah Departemen Perdagangan AS mengirim laporan rahasia ke Gedung Putih pada hari Minggu malam dengan rekomendasinya untuk bagaimana melaksanakannya.

Beberapa organisasi perdagangan juga mengecam Departemen Perdagangan karena merahasiakan laporan keamanan nasional “Bagian 232” menjadi tertutup atau rahasia, yang akan membuat industri lebih sulit untuk bereaksi selama 90 hari ke depan yang harus ditinjau oleh Trump.

“Kerahasiaan di sekitar laporan hanya meningkatkan ketidakpastian dan kekhawatiran di seluruh industri yang diciptakan oleh ancaman tarif,” kata Asosiasi Produsen Motor dan Peralatan dalam sebuah pernyataan. Ia juga menambahkan bahwa itu akan membuat pasar “khawatir dan kecewa.”

“Sangat penting bahwa industri kami memiliki kesempatan untuk meninjau rekomendasi dan memberi saran kepada Gedung Putih tentang bagaimana tarif yang diusulkan, jika direkomendasikan, akan menempatkan pekerjaan pada risiko, berdampak pada konsumen, dan memicu pengurangan investasi AS yang dapat membuat kami kembali mundur beberapa dekade.”

Perwakilan dari Gedung Putih dan Departemen Perdagangan tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar tentang hal ini.

Industri telah memperingatkan bahwa kemungkinan tarif hingga 25 persen pada jutaan mobil dan suku cadang yang diimpor akan menambah ribuan dolar untuk biaya kendaraan dan berpotensi menghancurkan ekonomi AS dengan memangkas pekerjaan.

Pejabat administrasi mengatakan ancaman tarif pada mobil adalah cara untuk memenangkan konsesi dari Jepang dan Uni Eropa. Tahun lalu, Trump setuju untuk tidak mengenakan tarif selama pembicaraan dengan kedua mitra dagang berjalan dengan cara yang produktif.

Related posts