Inflasi Konsumen Korea Selatan Melambat Ke Level Terendah

Inflasi konsumen utama Korea Selatan melambat ke level terendah 32-bulan pada bulan Maret, mendorong indeks benchmark lebih jauh dari target 2% tahunan negara itu di tengah pertumbuhan yang anemia.

Dimana indeks harga konsumen naik 0.4% di bulan Maret dari tahun sebelumnya dan merupakan laju paling lambat sejak Juli di 2016 menyusul kenaikan 0.5% di bulan sebelumnya. Angka terbaru jauh di bawah perkiraan pasar rata-rata untuk kenaikkan yang sebesar 1%.

Hasil yang jauh lebih lembut dari yang diperkirakan kemungkinan akan menambah tekanan pada bank sentral untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut untuk mendukung perekonomian.

Sementara itu, dibandingkan dengan bulan sebelumnya, indeks turun 0.2% di bulan Maret dan melewatkan ekspektasi pasar untuk kenaikan 0.4%. Pembacaan terbaru menandai perubahan haluan dari kenaikan 0.4% bulan sebelumnya.

Harga minyak mentah yang lebih rendah dan penurunan harga sayuran sebagian besar berada di belakang tekanan harga yang lemah, kata kantor statistik setelah merilis data Selasa pagi.

Sedangkan untuk core CPI, yang menghapus harga energi dan pangan yang fluktuatif, naik 0.9% di bulan Maret dari tahun lalu, lebih lambat dari kenaikan 1.3% di bulan sebelumnya. Dan turun 0.1% dari sebulan lalu, dibandingkan dengan kenaikan 0.4% pada bulan Februari.

Tekanan inflasi yang tenang telah menjadi alasan utama bagi bank sentral untuk berhenti sejenak dalam kebijakan baru-baru ini, dengan suku bunga acuan tetap stabil sejak kenaikan suku bunga bulan November.

Bank telah mengatakan mereka memperkirakan inflasi berfluktuasi di bawah 1% untuk sementara waktu sebelum naik ke sekitar tingkat pertengahan 1% dari paruh kedua tahun ini.

Related posts