Inggris Merasa Kecewa Dengan Rencana Honda Menutup Pabriknya

Pemerintah Inggris mengatakan bahwa pihaknya merasa kecewa dengan keputusan Honda Motor untuk menutup pabrik mobil milik mereka satu-satunya di Inggris. Sebelumnya diberitakan bahwa pihak Honda Motor telah mengumumkan kepada para karyawannya bahwa mereka berencana untuk menutup pabrik mereka di wilayah Swindon.

Dalam sebuah pernyataannya disebutkan bahwa pihak Honda akan menutup pabrik otomotif mereka di Swindon pada tahun 2022 mendatang, sekaligus akan memberhentikan sebanyak 3500 pekerjanya. Rencana penutupan ini tentunya merupakan sebuah pukulan yang telak bagi sektor manufaktur di Inggris menjelang dilaksanakannya Brexit. Selama ini Honda telah berhasil memproduksi lebih dari 160 ribu unit kendaraan dari pabrik mereka di Swindon, yang menjadi pabrik tempat diproduksinya versi hatchback dari merk Civic yang terkenal.

Sekretaris Bisnis Inggris, Greg Clark menilai bahwa penutupan ini merupakan sebuah keputusan yang menghancurkan bagi Swindon dan Inggris, dimana sebelumnya Inggris dikenal sebagai salah satu pemimpin dalam pengembangan teknologi dan hal ini sangat mengecewakan bagi sektor bisnis di negara tersebut.

Akan tetapi Justin Tomlinson, seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif untuk Swindon, yang juga sebagai pemilih Brexit, mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan menteri bisnis dan perwakilan dari Honda guna mengkonfirmasi rencana tersebut dan disebutkan bahwa hal ini tidak ada kaitannya dengan Brexit namun merupakan cerminan dari pasar global.

Sebelumnya Honda juga telah mengumumkan pada Oktober 2017 silam bahwa mereka akan berhenti memproduksi kendaraan di pabrik Sayama di Jepang akibat penyusutan permintaan di pasar domestik. Akan tetapi Jepang telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka akan menarik investasinya di Inggris, yang dinilai sebagai pintu gerbang pasar Eropa, apabila pihak London gagal untuk mencapai keksepakatan Brexit yang menguntungkan bagi sektor perdagangan.(WD)

Related posts