Header Ads

JD.com Menggandeng BoA Dan UBS Untuk Listing Kedua Di HK

Perusahaan e-commerce asal Cina, JD.com Inc telah mempekerjakan Bank of America dan UBS untuk mengerjakan proses listing kedua di Hong Kong, menyusul antrian sejumlah perusahaan Cina yang terdaftar di AS, dengan tujuan mengikuti jejak Alibaba Group Holding Ltd yang melebarkan jaring perdagangannya.

Terkait akan hal ini pihak JD.com, yang memiliki kapitalisasi pasar sebesar $ 58,2 miliar, menolak untuk mengomentari prospek IPO-nya, sementara dua bank investasi yang terlibat dalam kesepakatan itu juga menolak memberikan komentar.

Rencana ini datang setelah Cina mulai pulih secara bertahap dari wabah virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 80 ribu orang dan merenggut setidaknya sekitar 3 ribu orang sekaligus juga melumpuhkan sektor bisnis dan layanan publik nasional.

Meskipun terjadi wabah, JD.com memperkirakan pendapatan akan naik setidaknya 10% pada kuartal pertama karena konsumen yang terjebak di rumah beralih ke belanja secara online untuk sebagian besar kebutuhan belanja mereka.

Sebaliknya pesaing mereka yang juga e-commerce terbesar Cina, Alibaba yang memiliki jaringan yang jauh lebih besar, telah memperingatkan potensi penurunan pendapatan di bisnis e-commerce utamanya pada kuartal pertama ini.

Selama bulan November lalu Alibaba mampu mengumpulkan $12.9 milliar, yang merupakan kesepakatan terbesar di Hong Kong sejak 2010 lalu.

Perusahaan China lain yang diperdagangkan di AS dengan rencana untuk mengikuti jejak Alibaba, adalah raksasa perjalanan online Ctrip dan perusahaan internet NetEase Inc dan Baidu Inc.

JD.com memulai persiapan untuk listing kedua sejak beberapa waktu lalu. Mereka juga melaporkan total pendapatan bersih selama kuartal keempat yang naik 27% menjadi RMB170.68 milliar, sementara nilai saham mereka ditutup di kisaran harga $39.71 per saham pada penutupan perdagangan Jumat lalu.(WD)

Related posts