Kebijakan Stimulus Diharapkan Mampu Mendukung Pemulihan Pasar

Di tengah penyebaran virus corona yang semakin tinggi dan cepat serta sekaligus menjadi pandemi global yang menimbulkan kepanikan luar biasa di pasar global, para pelaku pasar berharap banyak kepada pelonggaran kebijakan monter dari setiap bank sentral dunia dapat membantu ekuitas mampu bangkit kembali.

Harapan ini semakin tumbuh saat sejumlah bank sentral mulai dari The Fed hingga Bank of Japan berupaya memompa likuiditas ke dalam sistem keuangan mereka dengan kebijakan longgar mereka, ditambah lagu dengan harapan Kongres AS akan menyetujui paket stimulus yang diusulkan oleh pemerintahan Trump.

Hingga saat ini masih belum pasti apakah penutupan perdagangan mingguan Jumat ini, mampu menunjukkan pemulihan sentimen yang sebulan ini anjlok dan menghapus sekitar $14 triliun dari saham global.

Kabar terakhir datang dari Bank of Japan yang berjanji untuk membeli obligasi pemerintah hingga 200 milliar Yen atau setara dengan $1.90 milliar, serta akan menyuntikkan tambahan dana pinjaman untuk dua minggu kedepan.

Sebelumnya Federal Reserve mengumumkan bahwa mereka akan menyuntuikka dana senilai $1.5 triliun ke dalam sistem keuangan mereka untuk membeli sejumlah aset, serta ECB yang memutuskan untuk menambah pembelian asetnya hingga 120 milliar Euro hingga akhir tahun ini.

Namun pedagang masih kecewa dengan pernyataan Trump yang membatasi perjalanan dari Eropa ke AS, yang dinilai justru akan memperlambat laju aktifitas bisnis luar negerinya sendiri.

Ini disampaikan oleh Tai Hui selaku kepala strategis pasar Asia di JPMorgan Asset Management, yang mengatakan bahwa birokrasi pemerintah terkait tidak sejalan dengan upaya pemulihan dari wabah serta harapan pasar, karena harus melihat penurunan penyebaran sekaligus mengukur implementasi dukungan dari kebijakan fiskal dan moneter, sehingga pihaknya tidak melihat waktu atau penilaian tertentu untuk menyarankan investor untuk menambah kembali ekuitas.(WD)

Related posts