Header Ads

Kemenangan Demokrat Dukung Saham Sekaligus Tekan Obligasi

Kemenangan Partrai Demokrat pada pemilihan Senat putaran kedua di negara bagian Georgia telah mengkonfirmasi kendali Demokrat di Senat, sehingga memberikan dukungan terhadap pasar saham dan sekaligus menekan obligasi, seiring investor yang mengantisipasi pinjaman dan pengeluaran dalam jumlah besar untuk mendorong pertumbuhan di bawah pemerintahan Joe Biden.

Departemen Keuangan AS telah mengalami aksi jual paling tajam dalam beberapa bulan setelah kemenangan Demokrat dalam dua putaran pemilihan Senat Georgia, yang memberikan mereka kendali terhadap Senat serta kekuatan untuk meloloskan agenda kebijakannya.

S&P 500 berjangka naik 0.6% dan Nasdaq 100 berjangka naik 09% karena pasar tampaknya kembali merubah sentimen mereka menjadi positif kembali setelah sebelumnya bursa Wall Street sedikit tertekan dari rekor puncaknya ketika kekisruhan pecah saat gelombang protes dari para pendukung Trump di Gedung Capitol Washington.

Indeks saham MSCI untuk Asia Pasifik di luar Jepang, mencatat kenaikan 0.8% di bawah rekor tertingginya, dengan dipimpin oleh lonjakan produsen chip dalam indeks Kospi Korea Selatan, serta ditambah kenaikan saham-saham di sektor penambang dan perbankan di bursa ASX 200 Australia, sementara indeks Nikkei Jepang kembali mencatat kenaikan 2% ke level tertingginya sejak 1990.

Kepala firma riset di Deep Data Analytics yang berpusat di Sidney, Mathan Somasundaram mengatakan bahwa pada dasarnya ini adalah perdagangan yang fluktuatif, menyusul gelombang “sapu bersih” dari Partai Demokrat di semua lini pemerintahan AS yang tidak terduga oleh sebagian besar investor.

Somasundaram juga menambahkan bahwasanya meskipun margin perolehan suara dari Demokrat sangat tipis, namun ini memberi kuasa kepada mereka untuk menjalankan agendanya, dan apapun yang diuntungkan dari kenaikan harga nampaknya akan berjalan dengan semestinya saat terjadi pengaturan kebijakan yang mereka coba lalui, yang pada dasarnya ini mengenai mencetak uang untuk Main Street dan bukan Wall Street.

Aksi jual yang terjadi di pasar obligasi pada perdagangan waktu AS semalam, telah mendorong imbal hasil Treasury AS 10-tahun, naik lebih dari 1% untuk pertama kalinya sejak bulan Maret, sementara nilai tukar US Dollar merosot seiring hasil yang lebih jelas di mata para pedagangan pasar mata uang, yang menganggap bahwa perdagangan dan defisit anggaran AS yang besar serta berkembang akan membebani nilai tukar greenback.

Namun kenaikan saham diimbangi oleh sejumlah aksi jual saham teknologi seiring para investor memperkirakan sektor tersebut akan menghadapi pajak dan peraturan yang ketat, serta sedikit terhambat oleh gelombang protes yang menyerbu Gedung Capitol untuk mengganggu sertifikasi terhadap kekalahan Donal Trump di pemilihan presiden.

Saham media sosial Twitter sedikit mengalami penurunan, saat perusahaan jejaring sosial tersebut mengatakan telah mengunci akun milik Donald Trump untuk sementara waktu karena dianggap telah melanggar aturan platform tersebut.(WD)

Related posts