Header Ads

Kenaikan Saham Mereda Di Tengah Aksi Jual Treasury

Gejolak politik yang terjadi di Washington serta meningkatnya kasus virus corona telah memberikan sedikit hambatan bagi pasar saham untuk melanjutkan pergerakan naik ke rekor tertingginya, meskipun terjadi aksi jual Treasury AS masih berlangsung seiring para investor yang memperhitungkan pengeluaran pemerintah yang besar.

Imbal hasil dari benchmark surat hutang pemerintah AS tenor 10-tahun, mencatat kenaikan hingga 2.4 basis poin ke level tertinggi barunya dalam 10 bulan terakhir. Sementara itu indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0.3% setelah menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada hari Senin, dipimpin oleh penurunan 1.6% di Korea Selatan karena investor mengambil keuntungan dari lonjakan Kospi.

Indeks saham Nikkei Jepang mendapat dukungan dari saham produsen obat, hingga menyentuh level tertinggi barunya dalam tiga dekade, setelah adanya laporan mengenai pengobatan Covid-19 yang dinilai efektif, meskipun menjelang istirahat siang pergerakan indeks sedikit mereda, sedangkan indeks S&P 500 berjangka bergerak stabil di sesi Asia pada awal pekan ini, di tengah arus kas masuk yang kuat telah membantu saham blue-chip Cina bergerak 1% lebih tinggi.

Chad Padowitz selaku kepala investasi di Talaria Capital di Melbourne, mengatakan bahwa pihaknya telah melihat pergerakan pasar ekuitas dalam periode mingguan yang sangat kuat dan dirinya berpikir bahwa pergerakan yang lebih rendah dinilai hanya karena adanya sedikit aksi ambil untung dari para investor, selain itu beliau tidak berpikir bahwa suku bunga yang lebih tinggi atau ekspektasi inflasi tengah menjadi perhatian bagi ekuitas untuk saat ini.

Selain itu ketidakpastian politik yang terjadi di AS sedikit melemahkan suasana pasar saat pihak Demokrat memperkenalkan resolusi untuk mendakwa Presiden AS Donald Trump, dengan tuduhan menghasut pemberontakan menyusul serangan kekerasan di Capitol pada pekan lalu.

Di luar pergerakan bursa ekuitas yang sedikit mengalami hambatan, kurva imbal hasil AS dilaporkan menanjak karena investor mengharapkan laju pengeluaran yang besar, menyusul kemenangan Partai Demokrat untuk memegang kendali atas kedua majelis Senat dan Kongres AS.

Yield obligasi AS 10-year telah mencatat kenaikan hingga 23 basis poin di tahun ini, dan selisih antara imbal hasil Treasury tenor 2-year dan 10-year telah melebar lebih dari 100 basis poin untuk pertama kalinya sejak Juli 2017 lalu di saat ini.

Arus kas yang terjadi akibat aksi jual secara besar dan tiba-tiba ini telah mendukung ekuitas sekaligus menghambat posisi short Dollar, dan fokus pasar tertuju pada ekspektasi inflasi yang akan membuat investor memantau cengan cermat data CPI AS yang akan dirilis pada hari Rabu besok.

Para investor juga tengah mengharapkan panduan mengenai sejauh mana pihak eksekutif melihat rebound di sektor pendapatan tahun 2021 ini serta dukungan ekonomi dari hasil conference call yang dilakukan oleh JP Morgan, Citi dan Wells Fargo pada Jumat mendatang.(WD)

Related posts