Header Ads

Kepanikan Masih Melanda Bursa Saham Global

Bursa saham global terpantau jatuh di sesi perdagangan hari ini, sekaligus mengakhir trend kenaikan selama bertahun-tahun akibat kepanikan yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona, sehingga memberikan hantaman bagi seluruh sektor bisnis dan membuat investor kalang kabut.

Sejumlah setengah triliun Dollar dalam likuiditas dari Federal Reserve serta janji untuk menyuntikkan lebih banyak lagi, nampaknya tidak cukup untuk meredam rasa takut yang telah menghapus sekitar $14 triliun dari saham global hanya dalam waktu sebulan.

Di kawasan Asia sejumlah bursa saham mencatat kejatuhannya, seperti indeks saham Nikkei Jepang yang hingga saat ini anjok sebesar 0.21%, sementara indeks Kospi Korea Selatan mencatat penurunan lebih dari 6%, sedangkan indeks Hangseng Hong Kong mencatat penurunan sebesar 5.30%.

Pada hari Kamis kemarin The Fed mengumumkan bahwa pihaknya akan menyuntikkan dana senilai $1.5 triliun ke dalam sistem keuangan mereka, yang mencakup pembelian termasuk tagihan, wesel, surat berharga yang dilincungi inflasi serta instrumen investasi lainnya.

Ben Emons selaku direktur pelaksana strategi makro global di Medley GlobalAdvisors, mengatakan bahwa pasar tetap mengalami kondisi terjun bebas karena ketidakpastian masih terus berlanjut, tanpa adanya penahan yang dapat diandalkan guna menciptakan stabilitas di periode jangka pendek.

Salah seorang analis di pialang saham Commsec di Sidney, James Tao mengatakan bahwa masih ada rasa ketakutan dan kepanikan di pasar hingga saat ini, dimana hal ini disebabkan oleh ketidakpastian langkah dan upaya dari pemerintah negara-negara ekonomi utama dunia, sehingga tidak ada yang memahami bagaimana merespon kondisi yang saat ini tengah terjadi.

Ketakutan ini semakin membesar pasca Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatasan perjalanan dari Eropa, ditambah lagi dengan kekecewaan investor setelah European Central Bank tetap mempertahankan suku bunga, diluar harapan pasar terhadap pemangkasan seperti yang dijalankan oleh The Fed dan BoE.(WD)

Related posts