Header Ads

Kepemilikan Asing Terhadap Saham Di Bursa Korea Mengalami Peningkatan

Para investor asing yang tercatat telah melakukan pembelian saham di bursa Korea Selatan hingga senilai 500 milliar won ($444.3 juta) selama bulan Juli lalu, telah mempertahankan pembeliannya dan tercatat hingga 3 Agustus lalu telah melakukan transaksi saham di bursa Korea Selatan senilai 200 milliar won. Korea Exchange melaporkan bahwa hingga hari Minggu kemarin sebanyak 41.5% dari total 893 perusahaan yang terdaftar di pasar utama Kospi, telah melihat adanya peningkatan kepemilikan asing terhadap saham mereka.

Seperti Heung-A Shipping Co yang mengalami peningkatan tajam dalam kepemilikan saham mereka oleh para investor luar negeri hingga sebesar 4.2 poin persentase dari sebelumnya sebesar 22.54% di akhir Juni menjadi 26.74% per 3 Agustus lalu. Hal yang sama juga dialami oleh GS Engineering & Construction yang mencatat kenaikan sebesar 4.12 poin persentase. Sementara LG Innotek mencatat kenaikan sebesar 3.60 poin persentase, Kukbo Transportation naik sebesar 3.43 poin persentase dan Hanjin KAL yang mencatat kenaikan 3.20 poin persentase terhadap kepemilikan saham mereka oleh pihak asing.

Meskipun kondisi saat ini dinilai kurang menguntungkan terkait ketegangan yang terjadi di sektor perdagangan global akibat dari konflik perdagangan antara Cina dengan AS, namun perusahaan tersebut tetap mengalami peningkatan kepemilikan sahamnya oleh investor asing, yang artinya adalah masih kondusifnya sektor investasi dari pihak asing di pasar Korea. Sejumlah kalangan menilai bahwa perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai prospek yang lebih baik mengenai pendapatan, peningkatan struktur tata kelola dan dari sisi pembayaran dividen. Seperti GS Engineering & Construction misalnya, yang saat ini diperkirakan akan berhasilmeraih laba pendapatan mencapai 1 triliun won di tahun ini.

Disisi lainnya ada sejumlah perusahaan yang justru mengalami penurunan jumlah kepemilikan asing terhadap sahamnya. Seperti Hwaseung Enterprise Co, selaku pemilik original development manufacturer asal Vietnam, Hwaseung Vina mengalami penurunan tajam dalam kepemilikan asing terhadap saham mereka hingga sebesar 5.9 poin persentase, dari seblumnya sebesar 12.23% di akhir Juni menjadi hanya sevesar 6.33% per tanggal 3 Agustus lalu. Penurunan ini menurut sejumlah analis pasar, diakibatkan oleh terundanya rilis produk baru. Hwaseung Vina diketahui merupakan salah satu pemasok utama bagi pakaian olahraga merk Adidas.(WD)

Related posts